PARIMO, theopini.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mulai mematangkan rencana penyediaan lahan untuk pembangunan akses jalan menuju lokasi Komando Distrik Militer (Kodim) di Desa Pelawa Baru melalui skema Konsolidasi Tanah (KT).
Peninjauan calon lokasi tersebut, dipimpin Asisten II Sekretariat Daerah Parimo, Aswini Dimpel, bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, pemerintah kecamatan, dan Pemerintah Desa Pelawa Baru, Kamis, 29 Oktober 2026.
Kegiatan ini, merupakan tindak lanjut rapat koordinasi pelaksanaan sembilan program kerja bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), khususnya terkait penyediaan tanah untuk kepentingan fasilitas umum melalui mekanisme Konsolidasi Tanah.
Desa Pelawa Baru sebelumnya ditetapkan sebagai calon lokasi objek Konsolidasi Tanah karena terdapat aset milik pemerintah yang direncanakan untuk mendukung pembangunan Kodim.
Namun, akses jalan menuju lokasi tersebut belum memadai sehingga diperlukan penyediaan lahan untuk pembukaan dan pembangunan jalan.
Dalam peninjauan tersebut, pemerintah daerah juga memastikan titik awal atau STA 0 meter sebagai dasar penyusunan perencanaan teknis pembangunan akses jalan, sekaligus mengidentifikasi kondisi dan kebutuhan lahan di sepanjang jalur yang direncanakan.
Dari hasil peninjauan, Pemerintah Desa Pelawa Baru menyatakan dukungannya terhadap rencana tersebut. Dukungan serupa disampaikan masyarakat yang menguasai tanah di sepanjang jalur pembukaan jalan dengan menyatakan kesediaan menyerahkan sebagian lahannya sepanjang digunakan untuk kepentingan pembangunan akses jalan.
Pemerintah desa berharap rencana Konsolidasi Tanah tetap dilaksanakan di wilayah Pelawa Baru dan tidak dialihkan ke desa lain. Selain itu, pembangunan jalan diharapkan mendapat dukungan pendanaan melalui APBD maupun APBN, mengingat keterbatasan Dana Desa untuk membiayai pembangunan infrastruktur tersebut.
Masyarakat juga berharap, pelaksanaan Konsolidasi Tanah dapat memberikan kepastian hukum terhadap sisa bidang tanah yang dimiliki. Untuk itu
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: israwati












