PARIMO, theopini.id – Pemerintah Dareah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah terus melakukan persiapan jelang penilaian kinerja aksi penurunan Stunting, pada 13-14 Juni 2022.
“Kabupaten Parimo akan dinilai dari aksi satu hingga delapan, apakah sudah sesuai atau tidak,” ungkap Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bappelitbangda) Parimo, Irwan,saat ditemui di Parigi, Rabu 8 Juni 2022.
Menurut dia, seluruh stakeholder, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayah setempat, harus berpartisipasi aktif dalam penilaian kinerja aksi penurunan Stunting. Sebab, Bupati menargetkan Kabupaten Parimo bisa menjadi daerah dengan peringkat pertama.
Apalagi, jika mendapatkan hasil terbaik, daerah akan mendapatkan hadia Dana Insentif Daerah (DID), uang dapat bermanfaat bagi pembangunan Kabupaten Parimo.
“Untuk sekarang semua OPD berkomitmen sangat kuat untuk mengsukseskan penilaian ini dan program Stunting mulai dari awal sampai akhir,” kata dia.
Rencananya kata dia, tim panelis dan peserta peninjau akan mengunjungi Desa Parigimpu’u, Kecamatan Parigi Barat, sebagai desa terbaik penanganan Stunting. Kemudian, pihaknya akan melaksanakan pameran yang melibatkan sejumlah OPD terkait.
Dia menyebut, ada 44 desa di Kupaten Parimo yang menjadi lokus Stunting di 2022. Namun, dalam aksi penurunan Stunting, juga harus memperhatikan desa-desa di luar lokus tersebut.
“Targetnya tahun ini harus lebih baik. Tahun sebelumnya berada diangka 11 persen, minimal itu dapat dipertahankan,” pungkasnya.

Komentar