Operasi SAR Banjir Torue, Basarnas Lanjutkan Pencarian 3 Hari ke Depan

PARIMO, theopini.id – Operasi SAR pencarian empat korban hilang terseret banjir bandang di Desa Torue, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, di hari ke tujuh belum membuahkan hasil.

Namun, operasi SAR korban banjir di Desa Torue telah ditetapkan penambahan masa waktu pelaksanaannya hingga 10 hari ke depan, tepatnya pada Sabtu, 6 Agustus 2022.

Baca Juga : Kesedihan Anas yang Kehilangan Istri dan Anaknya Akibat Banjir Torue

“Jika dalam waktu tiga hari tim SAR menemukan tanda-tanda atau petunjuk dari keempat korban, operasi akan dilanjutkan,” ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu, Andreas Hendrik Johannes, saat meninjau langsung operasi SAR, Rabu, 3 Agustus 2022.

BACA JUGA:  Puskesmas di Parimo Akui Ada Dana Non Kapitasi Tak Dibayarkan di 2020

Namun jika tak juga menemukan petunjuk, operasi SAR akan ditutup sementara. Sembari menunggu dan memantau perkembangan selanjutnya.

“Kami juga akan terus berkoordinasi dengan BPBD setempat selaku koordinator dalam tanggap darurat bencana,” kata dia.

Penambahan masa waktu operasi selama tiga hari akan dimaksimalkan. Hal itu sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Proses pencarian selama tiga ke depan kata dia, menyisir kembali seluruh lokasi yang telah dilakukan pencarian sebelumnya. Bahkan menambah luas wilayah pencarian.

“Jika dalam waktu tiga hari tim SAR menemukan tanda-tanda dari korban, operasi akan dibuka kembali,” tandasnya.

BACA JUGA:  Dukung Pengelolaan Zakat, Pj Bupati Parimo Terima Anugerah BAZNAS Award

Baca Juga : Menteri Basuki Akan Tangani Jalur Kebun Kopi yang Rawan Longsor

Diketahui, empat orang warga Dusun II, Desa Torue, dinyatakan hilang terseret banjir bandang pada Kamis malam, 28 Juli 2022.

Pencarian telah dilakukan sejak Jum’at, 29 Juli 2022 hingga hari ini, namun belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan, tak juga menemukan tanda-tanda keberadaan para korban.

Komentar