Tag: #PerumBulog

  • 170 Ribu Warga Gorontalo Terima Bantuan Pangan, Penyaluran Ditargetkan Tuntas Akhir Juni

    170 Ribu Warga Gorontalo Terima Bantuan Pangan, Penyaluran Ditargetkan Tuntas Akhir Juni

    GORONTALO, theopini.id Sebanyak 170 ribu warga di Provinsi Gorontalo menerima bantuan pangan dari pemerintah, yang disalurkan melalui Perum Bulog. Program yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto itu, ditargetkan rampung sebelum akhir Juni 2026.

    “Alhamdulillah untuk 170 ribu ini sudah sekitar 85 persen tersalurkan Pak Gubernur, tinggal 15 persen. Memang sengaja kami prioritaskan penyalurannya yang jauh-jauh dulu, yang di kota-kota di akhir, karena yang biasanya agak sulit itu yang kami dahulukan,” ujar Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat penyerahan bantuan secara simbolis di Desa Tabongo Timur, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, Kamis, 18 Juni 2026.

    Penyaluran bantuan tersebut, dirangkaikan dengan pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani Nelayan Tahun 2026 yang berlangsung di Gorontalo. Setiap penerima manfaat memperoleh bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

    Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan, bantuan pangan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

    “Insya Allah dengan bantuan itu paling tidak meringankan beban daripada rumah tangga masing-masing penerima untuk tetap eksis dalam kehidupannya, sehat walafiat, dan semua bisa berangsur-angsur kita sejahterakan masyarakat,” kata Gusnar.

    Selain memastikan distribusi bantuan berjalan lancar, Gusnar juga menegaskan, kondisi ketahanan pangan di Gorontalo saat ini berada dalam situasi aman. Bahkan, produksi beras daerah disebut melimpah hingga kapasitas gudang penyimpanan Bulog tidak lagi mencukupi.

    “Beras kita tersedia dan bahkan melimpah. Gudang Bulog tidak cukup lagi menampungnya sehingga harus meminjam gudang milik petani. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir soal ketersediaan pangan,” ujarnya.

    Menurut Rizal, proses penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan data penerima dari Dinas Sosial untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

    Setiap warga yang menerima bantuan wajib membawa surat undangan, kartu tanda penduduk (KTP), dan kartu keluarga (KK) sebelum bantuan diserahkan dan dicatat dalam sistem aplikasi bantuan pangan.

    Bulog menargetkan sisa 15 persen bantuan yang belum tersalurkan dapat diselesaikan dalam beberapa pekan ke depan, sehingga seluruh penerima manfaat di Gorontalo dapat menerima haknya sebelum akhir Juni 2026.


    Baca berita lainnya di Google News

  • Wagub Reny: BULOG Jadi Penyangga Ketahanan Pangan dan Harapan Petani

    Wagub Reny: BULOG Jadi Penyangga Ketahanan Pangan dan Harapan Petani

    PALU, theopini.idWakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido menegaskan, peran BULOG tidak hanya sebatas menyalurkan bantuan pangan, tetapi juga menjadi penyangga utama stabilitas harga dan jaminan pasar bagi hasil panen petani lokal.

    “Jadi petani tidak perlu takut karena BULOG siap membeli,” tegas Wagub Reny saat launching penyaluran Bantuan Pangan Beras dan MINYAKITA alokasi Oktober–November 2025 di Kantor BULOG Kanwil Sulteng, Kamis, 30 Oktober 2025.

    Baca Juga: Antisipasi Penumpukan Gabah, Bupati Parimo Minta BULOG Segera Serap Hasil Panen Petani

    Ia menilai, komitmen BULOG untuk menyerap hasil panen petani menjadi langkah strategis dalam memperkuat rantai pasok pangan daerah dan menekan potensi inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

    “Kalau inflasi tidak sehat maka masyarakat pasti menjerit,” ujarnya.

    Program bantuan pangan tersebut, menargetkan lebih dari 233 ribu penerima manfaat di seluruh kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah, dengan total distribusi mencapai 4.665 ton beras dan 933 ribu liter minyak goreng.

    Menurut Wagub Reny, pelaksanaan program ini bukan hanya soal distribusi bantuan, tetapi juga bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan kepastian ekonomi bagi masyarakat.

    “Kegiatan ini bukan hanya membantu masyarakat kurang mampu, tapi juga meningkatkan kepercayaan diri petani bahwa pemerintah hadir dan berpihak,” ucapnya.

    Ia pun menginstruksikan perangkat daerah, TNI, dan Satgas Pangan Polda Sulawesi Tengah untuk ikut menyebarkan informasi kepada petani, BULOG siap menjadi mitra pembeli panen mereka, selama memenuhi standar kualitas.

    Baca Juga: Petani Parimo Kesulitan Jual Beras, Suardi Desak BULOG Turun Tangan

    Ia pun berharap, sinergi tersebut mampu menciptakan sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan di daerah.

    “Terima kasih BULOG yang sudah meluncurkan bantuan ini dan berkomitmen menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan petani,” pungkasnya.

    Baca berita lainnya di Google News

  • SPHP Jadi Penopang Daya Beli, Mendagri Pastikan Harga Beras Rakyat Terjaga

    SPHP Jadi Penopang Daya Beli, Mendagri Pastikan Harga Beras Rakyat Terjaga

    PALEMBANG, theopini.id Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian menegaskan, peran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebagai penopang daya beli masyarakat.

    Dengan distribusi yang lancar dan harga yang terjangkau, pemerintah memastikan kebutuhan pokok utama rakyat tetap aman di tengah tekanan ekonomi.

    Baca Juga: Warga Diminta Tak Ragukan Kualitas Beras SPHP

    “Fokus kami bersama Bapak Mentan dan Bulog adalah menjaga harga beras, karena ini komoditas rakyat. Kalau harga beras terkendali, maka daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Tito saat meninjau Pasar Palimo, Palembang, Jum’at, 5 September 2025.

    Mendagri Tito hadir bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman untuk mengecek langsung ketersediaan pangan.

    Hasil pantauan menunjukkan beras SPHP tidak hanya tersedia dengan kualitas yang baik, tetapi juga mampu menahan gejolak harga di pasar.

    Ia menambahkan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Perum Bulog terus menggencarkan penyaluran SPHP ke berbagai daerah.

    Kebijakan ini menjadi bantalan ekonomi bagi rumah tangga berpendapatan rendah dan menengah, yang paling terdampak fluktuasi harga pangan.

    “Dengan adanya beras SPHP makin gencar dilakukan Bulog, atas perintah Presiden, kita harapkan harga beras di beberapa daerah yang naik bisa turun, sementara yang sudah turun tetap stabil,” jelasnya.

    Selain beras, Mendagri juga menekankan pentingnya diversifikasi pangan lokal, khususnya cabai. Menurutnya, produksi di tingkat rumah tangga melalui gerakan tanam cabai akan membantu mengurangi beban pengeluaran sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

    Baca Juga: Gerakan Pangan Murah Diserbu Warga, 8 Ton Beras Ludes Terjual

    Langkah-langkah tersebut, terbukti membantu mengendalikan inflasi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami deflasi 0,08 persen secara bulanan pada Agustus 2025.

    Sementara inflasi tahunan berada di angka 2,31 persen, turun dari 2,37 persen pada Juli. Stabilitas ini, memperlihatkan bahwa intervensi harga pangan berhasil meredam tekanan ekonomi rumah tangga.

    Baca berita lainnya di Google News

  • Gerakan Pangan Murah Diserbu Warga, 8 Ton Beras Ludes Terjual

    Gerakan Pangan Murah Diserbu Warga, 8 Ton Beras Ludes Terjual

    PARIMO, theopini.idGerakan pangan murah yang digelar Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, diserbu warga. Kurang lebih, sebanyak 8 ton beras ludes terjual, hanya dalam beberapa jam.

    Gerakan Pangan Murah di halaman kantor Dinas Ketahanan Pangan Parimo tersebut, digelar dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, Jum’at, 8 Maret 2024.

    Baca Juga: Gerakan Pangan Murah, Pj Bupati Parimo: Upaya Pengendalian Inflasi Daerah

    Selain beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 8 ton, dan 3 ton beras premium, gerakan pangan murah juga menyediakan bahan kebutuhan pokok penting lainnya, yang dijual dengan harga terjangkau, yakni:

    1. 200 karton Minyak goreng merk KITA
    2. 85 karton Minyak goreng merk Camar
    3. 1 ton gula pasir
    4. 250 rak telur ayam
    5. 150 kilogram bawang merah
    6. 50 kilogram bawang putih
    7. Cabai keriting 50 kilogram

    Bahkan, Pemda Parimo juga menyediakan dua paket sembako dengan harga terjangkau, mulai dari Rp155.000,- hingga Rp160.000,-, berisi beras, minyak goreng dan gula pasir.

    Pada kesempatan itu, Pj Bupati Parimo, Richard Arnaldo menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Dinas Ketahanan Pangan yang telah bekerja sama dengan Badan Urusan Logistik (BULOG), ID Food (PT Rajawali Nusindo) dan pelaku usaha yang telah menyelenggarakan gerakan pangan murah.

    Menurutnya, ketidakstabilan harga dan pasokan, karena rantai distribusi yang tidak efisien. Sejauh ini, pemerintah telah berupaya maksimal dalam memenuhi kebutuhan pokok, terutama pangan dengan harga terjangkau.

    Baca Juga: Dinas Ketahanan Pangan Parimo Tekan Harga Beras Lewat Gerakan Pangan Murah

    Harga pangan, kata dia, juga merupakan salah satu indikator yang dapat menjelaskan kondisi ketahanan pangan di suatu wilayah.

    “Selain itu, perkembangan harga bahan pangan dapat memberikan indikasi berbagai kondisi, seperti ketersedian pasokan, permintaan, kelancaran distribusi pangan serta perdagangan di pasar,” pungkasnya.

  • Dinas Ketahanan Pangan Parimo Telah Tuntaskan Penyaluran CBP

    Dinas Ketahanan Pangan Parimo Telah Tuntaskan Penyaluran CBP

    PARIMO, theopini.idDinas Ketahanan Pangan Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah telah menuntaskan penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) ke titik-titik pembagian.

    “Tidak ada lagi beras yang menumpuk di titik pembagian atau kantor desa di 23 kecamatan. Seluruhnya selesai dibagikan ke Kelompok Penerima Manfaat (KPM),” ungkap Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Rahmatia, di Parigi, Kamis, 15 Februari 2024.

    Baca Juga: Pemda Parimo Mulai Salurkan CBP ke 43.790 KPM

    Menurutnya, memang sebelumnya Perum BULOG mengeluarkan surat edaran untuk menarik kembali CBP yang telah didistribusikan ke 23 kecamatan.

    Tujuannya, mengantisipasi berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan, jelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

    Namun, berdasarkan hasil pantauan dan evaluasi di lapangan, ternyata seluruh CBP sebanyak 437.390 ton telah disalurkan ke 43.790 KPM.

    “Beberapa laporan dari koordinator lapangan, CBP sudah sampai ke titik pembagian, baik di daerah pegunungan maupun terpencil,” ujarnya.

    Setelah Pemilu 2024, pihkanya akan kembali melakukan penyaluran CBP untuk kuota Februari, tetapi masih mengganggu jadwal dari pihak transporter.

    Ia menjelaskan penyaluran CBP tahun ini, dilakukan selama enam bulan, mulai Januari hingga Juni yang dibagi menjadi dua tahapan.

    “Tahap pertama, Januari-Maret dan tahap kedua, April-Juni, dengan masing-masing penyaluran CBP sebanyak 473.390 ton,” jelasnya.

    Soal KPM pada penyaluran CBP tahun ini, menggunakan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).

    Sehingga, sesuai edaran pemerintah pusat, pihaknya berkoordinasi dengan Bappelitbangda Parimo, terkait penggunaan data P3KE.

    Baca Juga: Tekan Inflasi Daerah, Pemda Parimo Akan Salurkan CBP

    Namun, bila ditemukan banyak penerima tidak memenuhi syarat, maka aparat desa dapat menggantinya dengan warga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Terpadu (DTKS) dan Kartu Resiko Stunting (KRS).

    “Contoh yang kami temukan, ada pensiunan aktif masuk dalam data penerima. Sehingga, sesuai Petunjuk Teknis (Juknis), harus digantikan dengan membuat Surat Pertanggung Jawaban Mutlak (SPTJM),” pungkasnya.

  • Dinas Ketahanan Pangan Sulteng Sidak Ritel Modern di Kota Palu

    Dinas Ketahanan Pangan Sulteng Sidak Ritel Modern di Kota Palu

    PALU, theopini.idDinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulewesi Tengah (Sulteng), melakukan Inpeksi Mendadak (Sidak) disejumlah ritel modern di Kota Palu, untuk mengetahui penyebab kelangkaan beras Badan Urusan Logistik (BULOG).

    Tiga ritel modern yang disasar Dinas Ketahanan Pangan, yakni  Bumi Nyiur Swalayan di Jalan S Parman, Transmart di Jalan Sudirman dan Hypermart di Jalan Diponegoro.

    Baca Juga: Dinas Pangan Sulteng Serahkan Bantuan Beras 397 Ton ke Bupati Verna

    Sidak yang dilakukan pada Selasa 13 Februari 2024 tersebut, dipimpin Kepala Dinas Pertahanan Pangan Sulawesi Tengah, Iskandar Nongtji. 

    “Sidak ini, untuk merespons keluhan masyarakat soal kenaikan dan kelangkaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disalurkan BULOG Sulawesi Tengah,” kata Iskandar Nongtji.

    Kelangkaan itu, kata dia, justru terjadi di outlet toko modern. Hasilnya, dari tiga pusat perbelanjaan yang didatangi, beras BULOG dengan kemasan 5 kilogram seharga Rp54.000 itu, tidak lagi terlihat di outlet penjualan.

    Iskandar mengatakan, kelangkaan beras di Kota Palu dan Sulawesi Tengah, tidak sepenuhnya tepat. Sebab, kuota beras cukup untuk menjamin hingga bulan Ramadan.

    Sementara itu, Store General Manager Hypermart Palu, Rosadi mengakui kenaikan beras BULOG setidaknya dipicu dua hal. Pertama, konsumen diliputi kepanikan (panic buying), karena melihat ada kelangkaan beras di Pulau Jawa.

    Kedua, ada pergeseran pola konsumen yang lebih memilih membeli beras BULOG daripada kualitas medium dan premium, karena perbedaan harga di atas Rp 10 ribu lebih.

    ‘’Sudah habis sejak tiga hari lalu. Kami sudah order ke BULOG, tapi belum disuplai kemari,’’ ungkap Store General Manager Hypermart Palu, Dodi Rosadi.

    Di Hypermart, kata dia, beras kualitas medium dan premium dibandrol di atas Rp69.000 untuk kemasan 5 kilogram.  

    Selama ini, konsumen beras premium cukup besar. Namun akhir-akhir ini, peminatnya menurun dan beralih ke beras BULOG.

    ‘’Dulu orang lihat kualitas, sekarang harga. Bedanya juga cukup jauh,’’ jelasnya.

    Di Bumi Nyiur Swalayan (BNS), pemandangan yang sama juga terlihat. Outlet beras BULOG kosong dan hanya didominasi beras premium dari Surabaya dan Parigi Moutong.

    Kurang lebih 700 Kilogram beras BULOG disetok. Sebanyak 500 kilogram dijual di BNS Pusat, dan sisanya didistribusi ke beberapa cabang di Kota Palu dan sekitarnya.

    Sementara itu, Kepala BULOG Sulawesi Tengah, Heriswan mengaku akan segera mendistribusikan beras ke retail modern sesuai permintaan.

    ‘’Hari ini segera didistribusikan,’’ ujarnya, dihubungi, di Palu, Selasa.

    Baca Juga: Dinas Ketahanan Pangan Parimo Tekan Harga Beras Lewat Gerakan Pangan Murah

    Pemantauan disejumlah pasar tradisional harga beras kualitas medium menyentuh angka Rp14.000 per kilogram.

    Misalnya, di Pasar Biromaru rata-rata per kilogram dibandrol antara Rp13.000 hingga Rp14.000. Kenaikan ini, juga dikeluhkan sejumlah pembeli di Kota Palu.

  • Pemda Parimo Mulai Salurkan CBP ke 43.790 KPM

    Pemda Parimo Mulai Salurkan CBP ke 43.790 KPM

    PARIMO, theopini.idPemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, secara resmi melepas penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP), yang menyasar sebanyak 43.790 Kelompok Penerima Manfaat (KPM).

    “Saya mengapresiasi kegiatan ini, sebagai bentuk perhatian dan dukungan pemerintah dalam menekan angka inflasi daerah melalui bantuan pangan,” ungkap Pj Bupati Parimo, Richard Arnoldo Djanggola, di Parigi, Kamis, 1 Februari 2024.

    Baca Juga: Pemda Banggai Salurkan CBP untuk 27.364 KPM

    Menurutnya, pemerintah pusat menggelontorkan CBP untuk bantuan pangan ke masyarakat di Indonesia secara bertahap.

    Bahkan, melalui penugasan Badan Pangan Nasional (Bapanas) ke Perum BULOG, bantuan berupa 10 kg beras digelontorkan sebanyak 437,390 ton , dengan jumlah jiwa 43.790 KPM, yang tersebar di 23 kecamatan, 278 desa dan lima kelurahan.

    “Maka dari itu, bantuan pangan ini diharapkan dapat meredam gejolak inflasi pangan dan mengurangi beban masyarakat berpendapatan rendah,” ujarnya.

    Diketahui, bantuan yang disalurkan tersebut bentuk tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo, dalam upaya pengendalian inflasi daerah. Mengingat, saat ini terjadi peningkatan permintaan bahan pangan di tengah masyarakat.

    Ia menambahkan, peran Dinas Ketahanan Pangan, Bappelitbangda, dan Dinas Sosial, sangat penting dalam pendistribusian bantuan tersebut.

    Baca Juga: Dinas Pangan Sulteng Serahkan Bantuan Beras 397 Ton ke Bupati Verna

    Sehingga, penyaluran bantuan kepada KPM bisa tepat sasaran, lancar, tertib administrasi serta tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan kerugian negara.

    “Untuk itu, saya berharap kepada Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), dapat sama-sama mengawal program ini, sampai kepada yang berhak menerimanya,” pungkasnya.

  • Penuhi Beras ASN, Pemprov Sulteng Teken PKS dengan Perum Bulog

    Penuhi Beras ASN, Pemprov Sulteng Teken PKS dengan Perum Bulog

    PALU, theopini.idPemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) teken Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Perum Bulog dalam rangka memenuhi kebutuhan beras Aparatur Sipil Negara (ASN), Senin, 10 Juli 2023.

    “Terima kasih dan saya memberikan apresiasi atas langkah bersama yang diambil oleh kedua pihak untuk memenuhi kebutuhan pegawai. Sekaligus sebagai bahan menekan harga pangan di pasaran,” kata Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tengah, Ma’mun Amin, pada kesempatan itu.

    Baca Juga: Tim Terpadu Pangan Nasional Tinjau Gudang Bulog di Parimo

    Menurutnya, dalam rangka menjaga pasokan dan stabilisasi harga bahan pangan, untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok masyarakat, Bulog disarankan menggelar Pasar Murah di kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah, minimal dua kali dalam sebulan.

    Sementara, Kepala Bulog Sulawesi Tengah, Heriswan berharap dukungan Pemprov Sulawesi Tengah dalam menjaga stabilisasi harga di pasaran.

    “Bulog siap kapan pun untuk mendukung kegiatan pemerintah, terutama terkait masalah pangan,” imbhunya.

    Dia menyebut, Bulog Sulawesi Tengah selama ini telah bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Ketahanan Pangan Sulawesi Tengah untuk melaksanakan kegiatan pasar murah.

    Melalui kerja sama ini, ia berharap ke depan masyarakat Sulawesi Tengah bisa mendapatkan nilai positif, dan dapat menekan harga pangan.

    Baca Juga: Bulog Salurkan 14.230 Ton CBP ke Warga Parigi

    Pertemuan tersebut, dihadiri Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Farid Rifai Yotolembah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Rudi Dewanto, Kepala Biro Hukum Adiman, dan Kepala Biro Pemerintahan, Dahri Saleh.

  • Warga Diminta Tak Ragukan Kualitas Beras SPHP

    Warga Diminta Tak Ragukan Kualitas Beras SPHP

    PARIMO, theopini.id Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, minta warga tidak meragukan kualitas beras Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) yang disediakan Perum Bulog.

    “Besar SPHP yang dipasarkan ke masyarakat memiliki kualitas medium, berbeda dengan sebelumnya, Apalagi, Bulog secara rutin setiap enam bulan sekali melakukan perawatan,” ungkap Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Rahmatia, SP, di Parigi, Kamis, 16 Maret 2023.

    Baca Juga: Pemda Parimo Gelar Gerakan Pangan Murah di 7 Titik

    Menurutnya, peningkatan kualitas beras SPHP dilakukan untuk menghindari komplain masyarakat, seperti keras, berbau dan tak layak konsumsi.

    Dia menyebut, untuk mendapatkan kualitas beras medium, penyerapan dilakukan dari petani di wilayah Kabupaten Parimo.

    “Gerakan pangan murah, kami yang berkerjasama dengan Bulog juga menyiapkan beras SPHP kualitas medium,” kata dia.

    Rahmatia mengatakan, Bulog akan menyiapkan stok beras SPHP sebanyak 2 ton pada setiap pelaksanaan gerakan pangan murah.

    “Harganya, Rp 47 ribu per 5 kilogram. Berarti untuk satu kilogramnya seharga Rp 9.400,-,” jelasnya.

    Selain itu, pelaksanaan pangan muran ini, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Parimo juga menyiapkan paket hemat seharga Rp 110 ribu per kemasan.

    Dalam setiap kemasan paket murah, lanjutnya, berisi 10 kilogram beras seharga Rp 94 ribu, dan minyak goreng 1 liter seharga Rp 16 ribu.

    Baca Juga: Tim Terpadu Pangan Nasional Tinjau Gudang Bulog di Parimo

    Bagi masyarakat yang ingin membeli beras, pihaknya memberikan ketentuan 5 kilogram per Kepala Keluarga (KK).

    “Masyarakat juga harus menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) pada saat membeli. Ini untuk menghindari agar tidak ada pembeli yang mendapat jatah lebih dari 5 kilogram,” pungkasnya.