Tercatat Sebanyak 472 KK Terdampak Banjir di Torue

PARIMO, theopini.id – Sebanyak 1.459 jiwa dari 472 Kepala Keluarga di Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah terdampak banjir bandang, pada Kamis, 28 Juli 2022.

“Data ini masih bersifat sementara, karena tim masih melakukan pendataan di lapangan,” kata Kepala BPBD Parigi Moutong Idran ditemui di Torue, Senin, 1 Agustus 2022.

Baca Juga : BPBD Masih Prioritaskan Pencarian Korban Banjir Torue

Menurutnya, data disajikan di papan informasi merupakan perpaduan data yang dihimpun BPBD, dan sejumlah relawan, untuk memudahkan penanggulangan di masa tanggap darurat.

Data yang tersaji, secara periodik dievaluasi, dan diperbaharui. Tujuannya untuk mendapatkan data valid sebagai acuan dalam penanganan selanjutnya.

“Pemerintah terus berupaya melakukan langkah penanggulangan, karena situasi darurat maka pemenuhan kebutuhan dasar korban diprioritaskan lebih dulu,” ujar Idran.

Dari peristiwa bencana banjir bandang, tercatat empat dusun terdampak, yakni
Dusun I sebanyak 81 jiwa atau 26 KK, yang terdiri dari 11 jiwa warga Lansia, lima jiwa balita dan satu jiwa ibu hamil serta 18 rumah terdampak, satu di antaranya rusak berat.

Kemudian, 400 jiwa atau 120 KK terdampak di Dusun II, yang terdiri dari Lansia 40 jiwa, 62 jiwa balita, 13 jiwa ibu hamil, dua jiwa disabilitas, dan sembilan unit rumah hanyut, sedangkan rumah rusak masih dalam pendataan.

Sementara di Dusun III, terdampak 480 jiwa atau 160 KK, yanh terdiri dari 60 jiwa Lansia, 41 jiwa balita, 6 jiwa ibu hamil.
Dusun V terdampak 498 jiwa atau 160 KK terdiri dari 56 jiwa Lansia, 51 jiwa balita dan 6 jiwa ibu hamil.

“Rumah rusak berat, sedang dan ringan masih dilakukan pendataan. Saat ini tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian terhadap empat korban hilang,” tuturnya.

Baca Juga : 103 Hektare Tambak Gagal Panen Dampak Banjir Torue

Dalam upaya penanggulangan bencana, pemerintah daerah setempat didukung 170 relawan kemanusiaan, dari berbagai instansi, lembaga dan organisasi.

“Kurang lebih 336 jiwa warga Desa Torue masih bertahan di posko pengungsian. Air bersih juga belum maksimal, sehingga masih menjadi kebutuhan mendesak. Selain itu, kebutuhan lainnya makanan siap saji, pakaian, selimut, hingga perlengkapan bayi masih masih menjadi kebutuhan mendesak,” pungkasnya.

Komentar