PARIMO, theopini.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah mendorong Warga Binaan (Wabin) berinovasi lewat sejumlah program pembinaan.
“Alhamdulillah program ini sudah terlaksana selama satu tahun. Ada beberapa pembinaan yang sudah kami lakukan, antara lain, kemandirian dan kepribadian,“ ungkap Kepala Lapas Kelas III Parigi, Didik Niryanto, di Parigi, Sabtu, 28 Januari 2023.
Baca Juga : Dimomen HUT RI, 197 Wabin di Lapas Parigi Terima Remisi
Dia mengatakan, pembinaan kemandirian yang dilaksanakan di Lapas Kelas III Parigi, yakni berupa keterampilan di bidang perbengkelan, pengelasan, meuble.
Selain keterampilan di beberapa bidang tersebut, Wabin juga diajarkan bercocok tanam dengan menanam cabai, dan hidroponik.
“Dengan aktivitas yang mereka lakukan, di dalam Lapas Kelas III Parigi, Wabin tidak merasa jenuh menjalani hukumannya,” ujarnya.
Bahkan, Wabin juga diberikan kesempatan untuk melakukan kegiatan perikanan, dan pembuatan bahan bangun, berupa Batako.
Dari hasi penjualan Batako, Wabin yang hanya menggunakan modal kecil, mampu meraup keuntungan hingga Rp 34 juta.
“Pembuatan Batako ini, dilakukan oleh kurang lebih 10 orang. Sekarang terus berkembang secara signifikan,” ungkapnya.
Selanjutnya, Wabin juga diberikan pembinaan kepribadian dengan kegiatan kerohanian, baik agama Islam, Kristen dan Hindu.
Didik menjelaskan, pihak Lapas memberi waktu bagi para Wabin agar melakukan ibadah sholat Magrib, serta begitu pula dengan agama-agama yang lain.
“Penutupan pintu blok Wabin dilakukan setelah seluruhnya melaksanakan ibadah sholat Magrib,” kata dia.
Baca Juga : Dua Wabin Lapas Parigi Terima Remisi di Perayaan Hari Raya Nyepi
Bahkan, Wabin juga diarahkan melakukan kegiatan pengajian disela-sela menunggu waktu ibadah sholat Ashar, serta siraman rohani.
“Terlaksananya kegiatan pembinaan Wabin ini, juga tidak terlepas dari kerja sama dan pengawasan petugas Lapas Kelas III Parigi,” pungkasnya.







Komentar