PARIMO, theopini.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mencatat sebanyak 207 bencana yang terjadi dalam tiga tahun terakhir, sejak 2019-2022.
“Kejadian bencana tersebut, berdasarkan Pusat Data Pengendalian Operasi (Pusdalops),” ungkap Kepala BPBD Parimo, Idran, ST, saat menyampaikan sambutannya di FGD Kajian Resiko Bencana, Kamis, 9 Maret 2023.
Baca Juga : BPBD Parimo Usulkan Pengadaan Listrik dan Air Bersih di Huntara Torue
Menurutnya, 207 bencana tersebut didominasi bencana banjir, banjir bandang, gempa, cuaca ekstrim, kebakaran, yang setiap tahunnya menyebabkan kerugian fisik, materil dan non materi.
Dia mangatakan, berdasarkan data kebencanaan yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) tahun ini, jumlah bencana yang terjadi di Indonesia sebanyak 3,542 kejadian.
Jumlah korban jiwa, kata dia, sebanyak 857 orang, korban luka 8,726 jiwa, korban mengungsi yang terdampak 5.877.675 jiwa, kerusakan rumah sebanyak 68.646 unit, dengan jenis bencana, adalah Hidrometeorolgi 3.257 kali, atau 91,95 persen dari total kejadian.
“Kami telah melakukan periksa dokumen yaitu kawasan rawan bencana, dan pada hari ini, BPBD melakukan Focus Group Discussion (FGD) Kajian Resiko Bencana (KRB) di Parimo,” ujarnya.
Dia mengatakan, KRB merupakan sebuah pendekatan agar memperlihatkan potensi dampak negatif yang timbul, dihitung berdasarkan tingkat kerentanan dan kapasitas kawasan tersebut.
Idran juga menjelaskan, potensi dampak negatif dilihat dari potensi jumlah jiwa yang terpapar kerugian harta benda dan kerusakan lingkungan.
Baca Juga : BPBD Parimo Berikan Edukasi Kebencanaan ke Pelajar
Dengan kata lain, KRB dilakukan untuk menilai bahaya, kerentanan serta kapasitas Kabupaten Parimo dalam menghadapi potensi bencana yang ada.
“Olehnya Pemerintah Daerah (Pemda) Parimo melalui BPBD sangat perlu melakukan upaya-upaya untuk mengurangi resiko bencana, dengan melakukan kerja sama tim ahli, tim penyusun kajian resiko bencana,” pungkasnya.












