BPBD Tangani Banjir yang Melanda 7 Desa di Parimo

PARIMO, theopini.idBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah bergerak cepat menangani bencana banjir, akibat luapan air sungai yang melanda tujuh desa ditiga kecamatan.

“Dalam tiga hati terakhir, memang banjir terjadi dibeberapa desa di wilayah Parimo, puncaknya pada Minggu malam, 26 Maret 2023, dan Senin malam, 27 Maret 2023,” ungkap Sekretaris BPBD Parimo, Rivai, ST, di Parigi, Selasa, 28 Maret 2023.

Baca Juga: Lagi, 3 Desa di Parimo Terendam Banjir Luapan Sungai Taopa

Menurutnya, pada 26 Maret 2023, banjir menerjang empat desa, yakni Desa Tomini Barat, Desa Tomini Utara, dan Desa Ogotomubu, Kecamatan Tomini. Kemudian, Desa Moutong Utara, Kecamatan Moutong.  

Sementara pada 27 Maret 2023, banjir menimpa Desa Gio Barat, Kecamatan Moutong, Desa Sibatang, Desa Tompo, Kecamatan Taopa.

BACA JUGA:  Wabup Parimo Ingatkan Penyaluran Bantuan Pangan Tepat Sasaran

Banjir tersebut, kata dia, terjadi akibat luapan Sungai Taopa, dan Sungai Tomini, yang kerap terjadi setiap tahun, serta melanda desa-desa tersebut karena berdekatan.

“Sungai ini, tiap tahun meluap dan terus kami tangani dengan normalisasi. Paling terdampak saat ini, yakni pemilik tambak, karena berada di hilir,” kata dia.

Saat ini, kata dia, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Parimo sedang melakukan assessment di lokasi banjir. Namun, status penanganan banjir belum ditetapkan sebagai tanggap darurat bencana.

Kemudian, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah terus melakukan koordinasi dengan BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, untuk menurunkan alat berat.

“Tebing Sungai Tomini longsor, dan menyebabkan jalan di Desa Tomini Barat nyaris putus,” ujarnya.

Selain itu, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah akan menurunkan bahan banjiran, seperti kawat bronjong untuk memperbaiki tebing sungai yang longsor.

BACA JUGA:  Hadiri Pengukuhan Kades di Parimo, Ini Pesan Sekdaprov Sulteng

Dia mengatakan, masing-masing pemerintah desa yang dilanda banjir sedang menghitung kebutuhan kawat bronjong.

“Untuk pelaksanaannya, seperti penyiapan batu, akan dilakukan secara swakelola,” jelasnya.

Berdasarkan assessment, meskipun rumah warga terdampak luapan sungai di masing-masing wilayah. Namun, tidak mengakibatkan kerusakan parah dan korban jiwa, sebab air segera surut.  

“Ini memang hanya banjir lewat, langsung surut. Tapi, kami tetap melakukan penanganan,” ucapnya.

Baca Juga: Banjir Terjang 2 Dusun di Tomini Barat, 60 Rumah Terendam

Terkait bantuan logistik, kata Rivai, pihaknya masih menunggu daftar nama korban terdampak yang benar-benar membutuhkan dari TRC.

“Persediaan logistik di gudang, berupa kasur, panci, tenda, tapi bukan pengadaan baru. Makanya, harus dihitung kembali, siapa yang benar-benar membutuhkan,” pungkasnya.

Komentar