MANADO, theopini.id – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga melakukan pemantauan ketersediaan dan harga Barang Kebutuhan Pokok (Bapok) pasca Idul Fitri, di Pasar Bahu, Kota Manado, Sulawesi Utara, Minggu, 30 April 2023.
Wamendag Jerry yang berkesempatan berdialog dengan para pedagang di Pasar Bahu, bersama Wali Kota Manado, Andrei Angouw dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Manado, Hendrik Waroka.
Baca Juga: Wamendagri Dorong Penerapan Enam Upaya Konkret Penanganan Inflasi
“Ketersediaan dan harga Bapok di Kota Manado aman dan relatif stabil,” kata Jerry Sambuaga.
Dia menyampaikan apresiasi Pemerintah Kota Manado beserta jajaran, dan pemangku kepentingan lainnya yang telah berhasil menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga Bapok.
Menurutnya, pemerintah pusat akan menjaga komunikasi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar Bapok, khususnya MINYAKITA di distributor sesuai dengan ketentuan pemerintah.
“Dengan demikian, pedagang dapat menjual MINYAKITA dengan harga Rp14.000/liter kepada masyarakat,” ujarnya.
Dia mengatakan, Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk menambah pasokan MINYAKITA secara nasional menjadi 450 ribu ton per bulan dari sebelumnya 300 ribu ton per bulan.
Kementerian Perdagangan, akan terus melakukan pemantauan atas ketersediaan dan kelancaran pasokan MINYAKITA di tingkat distributor dan agen.
Baca Juga: Wamendag: Pemda Perlu Dorong Transformasi Ekonomi Berbasis Digital
Adapun perkembangan harga bapok di Pasar Bahu, Kota Manado, antara lain beras premium Rp13.000–14.000/kg, gula pasir Rp15.000/kg, minyak curah Rp17.000/liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp20.000–21.000/liter.
Sementara itu, telur ayam ras Rp26.000/kg, cabai rawit merah Rp40.000/kg, cabai merah keriting Rp30.000–40.000/kg, bawang merah Rp45.000–50.000/kg, bawang putih honan Rp40.000/kg, dan tepung terigu Rp13.500.







Komentar