PALU, theopini.id – Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (DKIPS) Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar workshop pengelola Computer Security Incident Response Team (CSIRT), di Palu, Kamis, 15 Juni 2023.
Kegiatan tersebut, dibuka secara resmi Direktur Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan Daerah, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Hasto Pranowo.
“Berdasarkan Perpres No 28 Tahun 2021, tentang Badan Siber dan Sandi Negara, saat ini BSSN sedang membangun ekosistem keamanan siber dengan target terbentuknya 121 CSIRT di Indonesia,” kata Hasto Prastowo, dalam sambutannya.
Baca Juga: DKIPS Sulteng Tingkatkan Keamanan Informasi Melalui Bimtek CSIRT
Saat ini, telah terbentuk 33 CSIRT Pemerintah Provinsi di Indonesia. Olehnya, ia berharap dengan adanya ekosistem keamanan tersebut, dapat mengantisipasi ancaman siber yang semakin meningkat.
“CSIRT harus disosialisasikan kepada masyarakat. Sehingga pada saat ada serangan siber, masyarakat telah mengetahui kepada siapa mereka harus melaporkannya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala DKIPS Sulawesi Tengah, Sudaryano R. Lamangkona mengatakan, keamanan informasi di era internet sangatlah penting. Setiap pengguna internet harus selalu waspada, serta perlu meningkatkan kesadaran akan ancaman di dunia maya.
Menurutnya, ketidakpahaman akan risiko keamanan data atau informasi akan menimbulkan kerugian besar bagi organisasi.
Baca Juga: Kukuhkan Tim CISRT, Wakil Kepala BSSN Suntana Akan Berkunjung ke Sulteng
Hal ini, diakibatkan oleh kecerobohan dari pemilik data yang tidak dilengkapi dengan security, account, user id dan password yang baik.
“Untuk mencegah hal tersebut, maka perlu adanya proteksi dini terhadap sistem jaringan komputer, guna memberikan perlindungan terhadap data, informasi dan hak akses kepada para penggunanya,” pungkasnya.













