the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Headline

Air Sungai Mengalir di Badan Jalan Desa Air Panas, Siswa dan Guru Sulit ke Sekolah

the OPINIbythe OPINI
15 Juni 2023
in Headline
Reading Time: 3 mins read
the OPINIbythe OPINI
15 Juni 2023
in Headline
Reading Time: 3 mins read
Air Sungai Mengalir di Badan Jalan Desa Air Panas, Siswa dan Guru Sulit ke Sekolah

Tampak salah seorang siswa SMP Satap Negeri 2 Parigi Barat, akan menyeberangi aliran sungai yang mengalir di badan jalan, Selasa pagi, 13 Juni 2023. (Foto : Oppie)

PARIMO, theopini.id – Sejumlah guru dan orang tua siswa di Desa Air Panas, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah mengeluhkan air sungai yang mengalir di badan jalan.

Pasalnya, bila volume air meningkat dan terjadi banjir akibat intersitas hujan tinggi, guru dan siswa akan mengalami kesulitan menuju ke Sekolah.

“Anak saya siswa kelas II di SD Inpres Kayuboko di Dusun I, Desa Air Panas. Kalau ke Sekolah, terpaksa harus pakai sendal. Setelah tiba di Sekolah, baru menggunakan sepatu,” kata orang tua siswa, warga Dusun I Desa Air Panas, Handri, ditemui, Selasa, 14 Juni 2023.

Baca Juga: Begini Kondisi Desa Air Panas Pasca Tambang Emas Ilegal Tak Beroperasi

Baca Juga

Wagub Sulteng Pastikan Layanan Puskesmas di Morowali Terus Ditingkatkan

Rekomendasi Membawa Kasus ke APH Menghilang dari Keputusan Akhir Pansus LHP-BPK Parimo

Kondisi air yang mengalir di badan jalan, kata dia, telah terjadi beberapa bulan pasca tambang emas ilegal di Desa Kayuboko tak lagi beroperasi.

Gundukan pasir, bekas normalisasi Sungai yang dilakukan pihak pengelola tambang ilegal saat masih beroperasi, terus menutup jalur sungai hingga terjadi pendangkalan.

Mengakibatkan air mengalir ke arah dataran paling rendah, melewati badan jalan, perkebunan dan pemukiman warga yang tak jauh dari bantaran sungai.   

Menurutnya, persoalan tersebut tak bisa dibiarkan terlalu lama. Sebab material pasir yang menutupi sungai hampir mencapai badan jembatan.

“Belum lagi, rumah dan perkebunan warga di bantaran sungai rusak parah. Begitu juga badan jalan, aspal terus terkikir karena sudah lama dilalui air,” ungkapnya.

Dia berharap, pemerintah daerah segera mengatasi persoalan tersebut, memasang bronjong, dan melakukan normalisasi sungai, agar kondisi di desanya bisa kembali seperti sebelumnya.

“Dulu sungai di Desa Air Panas ini, tingginya enam meter dari sungai ke jembatan. Bahkan, masih bisa mobil dump truck melintas di bawah jembatan,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri Satap 2 Parigi Barat, Saida, S.Pd mengatakan, meskipun kondisi saat ini, tak separah sebelumnya. Tetap saja menyulitkan guru menuju ke Sekolah, karena rata-rata berasal dari luar Desa Air Panas.

Bahkan, bila di hulu sungai terjadi hujan, guru kerap khawatir dan bergegas meninggalkan sekolah pasca jam belajar selesai.

Sebab, takut tak bisa menerobos derasnya air sungai menggunakan kendaraan roda dua mereka. Namun, untungnya kondisi itu tidak memadamkan semangat siswa dan guru untuk tetap datang ke sekolah.  

“Kalau memang banjir, dan air sungai tidak bisa dilewati, baru diliburkan. Tapi kami selalu berusaha untuk datang ke sekolah,” imbuhnya.

Pantaun media ini, rata-rata siswa yang berjalan kaki menuju ke sekolah, memilih menggunakan sendal jepit agar mudah melintasi aliran sungai.

Baca Juga: Soal PETI Kayuboko, Warga Sampaikan Tuntutannya ke Polda Sulteng

Setelah tiba di sekolah, barulah para siswa menggunakan sepatu untuk mengikuti proses belajar dan mengajar. Kondisi ini, tak hanya dialami SMP Negeri Satap 2 Parigi Barat, dan SD Inpres Kayuboko.

Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), yang berasal dari Air Panas, juga sering kesulitan saat akan menuju ke sekolahnya, yang berada di luar desa.

Selain itu, tak sedikit para petani kebun di Dusun 1 Desa Air Panas, yang menjual hasil perkebunannya terjatuh saat melintas di aliran sungai tersebut.

Tags: #DesaAirPanas#DesaKayuboko#KecamatanParigiBarat#parigimoutong#Sulteng#SungaiDesaAirPanas#tambangemasilegal
ShareSendTweet
Previous Post

DKIPS Sulteng Gelar Workshop Pengelolaan CSIRT

Next Post

Kementan Bantu Pupuk dan Benih ke Petani Terdampak Banjir Parimo

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Rekomendasi Membawa Kasus ke APH Menghilang dari Keputusan Akhir Pansus LHP-BPK Parimo

Rekomendasi Membawa Kasus ke APH Menghilang dari Keputusan Akhir Pansus LHP-BPK Parimo

15 Juli 2026
Bupati Parimo Tegaskan APBD 2027 Diprioritaskan untuk Kepentingan Rakyat

Bupati Parimo Tegaskan APBD 2027 Diprioritaskan untuk Kepentingan Rakyat

15 Juli 2026
DPRD Parimo: Gedung Perpustakaan Belum Optimal, Kontraktor Malah Gugat Pemda

DPRD Parimo: Gedung Perpustakaan Belum Optimal, Kontraktor Malah Gugat Pemda

14 Juli 2026
Disdikbud Parimo Segera Distribusikan Seragam Sekolah Gratis untuk Siswa Baru

Disdikbud Parimo Segera Distribusikan Seragam Sekolah Gratis untuk Siswa Baru

14 Juli 2026
Pansus DPRD Parimo Usut Dugaan Perbedaan Denda Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar

Pansus DPRD Parimo Usut Dugaan Perbedaan Denda Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar

13 Juli 2026
Plot Twist Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar di Parimo: Nomor Addendum Sama, Klausulnya Berbeda

Plot Twist Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar di Parimo: Nomor Addendum Sama, Klausulnya Berbeda

13 Juli 2026

ARTIKEL TERKINI

Kasus Dugaan Mafia Tanah 30 Hektare di Tolitoli Masuk Tahap Penuntutan

Kasus Dugaan Mafia Tanah 30 Hektare di Tolitoli Masuk Tahap Penuntutan

15 Juli 2026
Wagub Sulteng Pastikan Layanan Puskesmas di Morowali Terus Ditingkatkan

Wagub Sulteng Pastikan Layanan Puskesmas di Morowali Terus Ditingkatkan

15 Juli 2026
Rekomendasi Membawa Kasus ke APH Menghilang dari Keputusan Akhir Pansus LHP-BPK Parimo

Rekomendasi Membawa Kasus ke APH Menghilang dari Keputusan Akhir Pansus LHP-BPK Parimo

15 Juli 2026
Polresta Banggai Ringkus Terduga Pembobol Kos, Korban Rugi Rp4 Juta

Polresta Banggai Ringkus Terduga Pembobol Kos, Korban Rugi Rp4 Juta

15 Juli 2026
Program KNMP di Parimo Siap Dikerjakan, Tinggal Tunggu Legalitas Lahan

Program KNMP di Parimo Siap Dikerjakan, Tinggal Tunggu Legalitas Lahan

15 Juli 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Masih Tinggi, DP3AP2KB Parimo Gencarkan Pencegahan

Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Masih Tinggi, DP3AP2KB Parimo Gencarkan Pencegahan

9 Juli 2026
Kerja Pansus LHP-BPK DPRD Parimo Diperpanjang Enam Hari

Kerja Pansus LHP-BPK DPRD Parimo Diperpanjang Enam Hari

9 Juli 2026
Pemda Parimo Perketat Pengawasan Harga Beras dan Ikan untuk Kendalikan Inflasi

Pemda Parimo Perketat Pengawasan Harga Beras dan Ikan untuk Kendalikan Inflasi

13 Juli 2026
Pemda Parimo Proyeksikan APBD 2027 Sebesar Rp1,448 Triliun

Pemda Parimo Proyeksikan APBD 2027 Sebesar Rp1,448 Triliun

13 Juli 2026
Plot Twist Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar di Parimo: Nomor Addendum Sama, Klausulnya Berbeda

Plot Twist Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar di Parimo: Nomor Addendum Sama, Klausulnya Berbeda

13 Juli 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Indeks
  • Indeks Berita
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Pengumuman Pendaftaran Calon Gubernur dan Wakil Gubernur
  • Ramadan
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Terms of Service
  • the OPINI

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In