the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Daerah

Negara Jangan Lalai Menulis Ulang Sejarah dan Mengusut Tragedi Kemanusiaan

the OPINIbythe OPINI
18 September 2023
in Daerah
Reading Time: 3 mins read
the OPINIbythe OPINI
18 September 2023
in Daerah
Reading Time: 3 mins read
Negara Jangan Lalai Menulis Ulang Sejarah dan Mengusut Tragedi Kemanusiaan

Diskusi Publik bertema “Penulisan Ulang Sejarah, Kebenaran, dan Keadilan atas Tragedi Kemanusiaan” di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Tadulako (Untad), Kota Palu, Senin, 18 September 2023. (Foto: istimewa)

Baca Juga

Peternakan Sapi Perah Parimo Tembus Enam Besar Proyek IPRO Nasional

Polda Sulteng Amankan Dua Terduga Pengguna Narkoba dalam Operasi di Tavanjuka

Polisi Dalami Asal-usul 1.190 Liter Biosolar yang Diangkut dari Pagimana

PALU, theopini.id – Para pemimpin negara harus terus diingatkan untuk tidak lalai menulis ulang sejarah sekaligus mengungkap kebenaran dan menegakkan keadilan atas berbagai tragedi kemanusiaan, termasuk kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di masa lalu. Desakan ini penting untuk terus disuarakan publik demi mencegah terulangnya kasus-kasus serupa di masa mendatang.  

Demikian pesan yang muncul dalam Diskusi Publik bertema “Penulisan Ulang Sejarah, Kebenaran, dan Keadilan atas Tragedi Kemanusiaan” di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Tadulako (Untad), Kota Palu, Senin, 18 September 2023.

Baca Juga: 40 Hari Kematian Erfaldi, Keluarga Ingin Penembak Segera Disanksi

Diskusi ini melibatkan akademisi, mahasiswa, aktivis, dan perwakilan organisasi masyarakat sipil serta publik di Kota Palu. 

Tragedi kemanusiaan masih terjadi hingga kini, kata Zaky Yamani, koordinator kampanye Amnesty International Indonesia. Salah satu peristiwa terkini, adalah kekerasan aparat keamanan atas warga sipil yang terancam oleh proyek strategis nasional di Pulau Rempang Galang, Batam.  

“Ini akibat budaya impunitas yang terus dibiarkan negara dalam tragedi-tragedi kemanusiaan di masa lalu, sehingga aparat keamanan, mulai dari tingkat pimpinan hingga petugas di lapangan, merasa di atas angin untuk berbuat sewenang-wenang dengan mengabaikan hak-hak warga sipil. Ini tidak boleh terus dibiarkan,” ujar lanjut Zaky yang menjadi pembicara dalam diskusi publik tersebut. 

Menurutnya, dialog publik di Kota Palu ini membuka ruang bagi berbagai elemen, termasuk para mahasiswa, untuk mendukung desakan agar negara berkomitmen menegakkan HAM, termasuk melakukan klarifikasi sejarah dan menuntaskan berbagai kasus pelanggaran HAM, termasuk kasus-kasus yang tidak masuk dalam pengakuan negara. 

Sejarawan Muhammad Fauzi mengingatkan bahwa pada 29 Agustus 2023, koalisi yang terdiri dari para sejarawan, pendidik, akademisi, pegiat seni dan budaya, aktivis, dan elemen masyarakat sipil lainnya, mendeklarasikan desakan penulisan ulang sejarah kepada pemerintah Republik Indonesia.

“Deklarasi ini menekankan pentingnya peran pemerintah dalam mengklarifikasi berbagai tragedi kemanusiaan sejak 1965 hingga kini di masa reformasi sebagai salah satu langkah menegakkan HAM,” kata Fauzi, yang juga tampil sebagai pembicara. 

Menurut Fauzi, walaupun Presiden Joko Widodo telah mengakui dan menyesalkan terjadinya 12 kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu, termasuk memulai proses penyelesaian non-yudisial, berbagai komunitas korban dan penyintas pelanggaran HAM yang berat merasa komitmen pemerintah untuk menuntaskan beragam kasus kekerasan masih kurang memadai.

“Mereka juga kerap mempertanyakan mengapa tidak ada pengungkapan kebenaran, mengapa tidak ada pernyataan maaf, dan mengapa tidak ada kejelasan untuk menegakkan keadilan,” lanjut Fauzi.

Masih banyak kasus besar pelanggaran HAM berat masa lalu yang luput dari pengakuan negara. Salah satu kasus yang tidak diakui adalah pembunuhan terhadap pembela HAM, Munir Said Thalib, pada 7 September 2004.

Sementara itu, Rektor Universitas Tadulako Palu, Prof. Amar, mengatakan sejarah dapat dijadikan pembelajaran dari masa lalu, sehingga tidak terulang sejarah kelam bagi sebuah bangsa.

“Dengan memahami dan menghargai sejarahnya, sebuah bangsa dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik, menghindari kesalahan masa lalu, dan membangun masa depan yang lebih cerah,” ujar rektor Untad saat memberi sambutan di acara diskusi.

Rektor juga menekankan bahwa penelitian mengenai sejarah perlu dilakukan sebagai upaya untuk mengungkapkan fakta yang sebenarnya, sekaligus menghormati hak individu dan transparansi.

“Kebenaran merupakan pondasi yang dibutuhkan untuk menciptakan sistem hukum yang adil dan menghindari penindasan. Dengan adanya kebenaran yang obyektif, akan membuka wujud keadilan di kalangan masyarakat. “ lanjut rektor.

Direktur Solidaritas Korban Pelanggaran Hak Asasi Manusia (SKP-HAM) Sulawesi Tengah, Nurlaela Lamasitudju, mengatakan dipilihnya Palu sebagai lokasi penyelenggaraan diskusi publik “Penulisan Ulang Sejarah, Kebenaran, dan Keadilan atas Tragedi Kemanusiaan” mengingat kota ini memiliki komitmen kuat dalam penegakan dan penghormatan HAM. 

Baca Juga: Cerita Jum’at Sore di Sidang Putusan Oknum Polisi Penembak Warga Sipil

“Sebagai kota yang pernah perangkat pemerintahnya pernah bertekad menjadikan Palu sebagai Kota Sadar HAM di 2014 dan meminta maaf kepada korban dan penyintas Tragedi 1965, Palu merupakan teladan yang dapat menginspirasi daerah-daerah lain dan pemerintah pusat untuk melahirkan kebijakan pro-kemanusiaan,” kata Nurlaela. 

“Kami berharap diskusi publik seperti ini tidak hanya berlangsung di Palu, namun juga di kota-kota lain demi membantu masyarakat di seluruh Indonesia untuk memiliki pemahaman yang lebih akurat tentang masa lalu bangsa ini dan menghindari perulangan tragedi-tragedi yang sama,” pungkasnya.*

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #kotapalu#SKP-HAMSulteng#Sulteng#TregediKemanusia#UNTAD
ShareSendTweet
Previous Post

Neraca Perdagangan Agustus 2023 Kembali Catat Suplus

Next Post

Pansus I DPRD Sigi Kunker ke Parimo, Bahas Perda Minuman Beralkohol

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Pemkot Makassar Kaji Pasar Hewan Terpadu, Revitalisasi RPH Mulai Dimatangkan

Pemkot Makassar Kaji Pasar Hewan Terpadu, Revitalisasi RPH Mulai Dimatangkan

9 Oktober 2026
DP3AP2KB Parimo Minta Desa Perkuat Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

DP3AP2KB Parimo Minta Desa Perkuat Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

9 Oktober 2026
Warga Pondok Karya Terancam Digusur, Pemprov Sulteng Diminta Hadir

Warga Pondok Karya Terancam Digusur, Pemprov Sulteng Diminta Hadir

8 Oktober 2026
Lantik Pejabat, Bupati Banggai Ingatkan Jabatan Bukan untuk Kepentingan Pribadi

Lantik Pejabat, Bupati Banggai Ingatkan Jabatan Bukan untuk Kepentingan Pribadi

8 Oktober 2026
Gubernur Sulteng Ajak Istri Birokrat Dorong Suami Utamakan Pelayanan

Gubernur Sulteng Ajak Istri Birokrat Dorong Suami Utamakan Pelayanan

8 Oktober 2026
Anggaran Terbatas, Perbaikan Jalan Rambutan Gorontalo Dilakukan Bertahap

Anggaran Terbatas, Perbaikan Jalan Rambutan Gorontalo Dilakukan Bertahap

7 Oktober 2026

ARTIKEL TERKINI

Peternakan Sapi Perah Parimo Tembus Enam Besar Proyek IPRO Nasional

Peternakan Sapi Perah Parimo Tembus Enam Besar Proyek IPRO Nasional

10 Oktober 2026
Polda Sulteng Amankan Dua Terduga Pengguna Narkoba dalam Operasi di Tavanjuka

Polda Sulteng Amankan Dua Terduga Pengguna Narkoba dalam Operasi di Tavanjuka

9 Oktober 2026
Pemkot Makassar Kaji Pasar Hewan Terpadu, Revitalisasi RPH Mulai Dimatangkan

Pemkot Makassar Kaji Pasar Hewan Terpadu, Revitalisasi RPH Mulai Dimatangkan

9 Oktober 2026
Polisi Dalami Asal-usul 1.190 Liter Biosolar yang Diangkut dari Pagimana

Polisi Dalami Asal-usul 1.190 Liter Biosolar yang Diangkut dari Pagimana

9 Oktober 2026
Bupati Parimo Apresiasi Nakes, Capaian CKG Tembus 62 Persen

Bupati Parimo Apresiasi Nakes, Capaian CKG Tembus 62 Persen

9 Oktober 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Dari 1.240 ke 2.500 Hektare: Menelusuri Perluasan Kawasan Industri NEPIE di Siniu

Dari 1.240 ke 2.500 Hektare: Menelusuri Perluasan Kawasan Industri NEPIE di Siniu

5 Oktober 2026
TP-PKK Makassar Dorong Motif Budaya Lokal Jadi Produk Ekonomi Kreatif

TP-PKK Makassar Dorong Motif Budaya Lokal Jadi Produk Ekonomi Kreatif

9 Oktober 2026

Gempa Bumi Terkini 5.2 M Guncang 9 km Tenggara LOMBOKBARAT-NTB

7 Oktober 2026
Tersesat Saat Mencari Kayu Bakar, Lansia 70 Tahun Ditemukan Selamat di Sigi

Tersesat Saat Mencari Kayu Bakar, Lansia 70 Tahun Ditemukan Selamat di Sigi

8 Oktober 2026
Sambut Bulan PRB, BPBD Parimo Siapkan Penanaman Pohon hingga Water Rescue

Sambut Bulan PRB, BPBD Parimo Siapkan Penanaman Pohon hingga Water Rescue

6 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d