PARIMO, theopini.id – Mantan Komisioner Tolitoli periode 2018-2023, I Made Koto Parianto masuk dalam deretan 10 nama yang dinyatakan lulus seleksi calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.
10 besar nama calon anggota KPU Parimo tersebut, tertuang dalam pengumuman Tim Seleksi (Timsel) nomor: 44/TIMSELKK-GEL.9-Pu/04/72/2023, tertanggal 20 November 2023, yang ditetapkan di Kota Palu.
Nama I Made Koto Parianto berada dinomor urut 5, dalam daftar pengumuman 10 besar calon anggota KPU Parimo periode 2024-2029.
Baca Juga: KPU Parimo Gelar Rapat Konsolidasi Bersama Parpol Peserta Pemilu
Penelusuran media theopini.id, I Made Koto Parianto tercatat pindah domisili di Kabupaten Parimo, pada 26 Juli 2023, atau empat bulan sebelum seleksi calon anggota KPU dibuka.
I Made Koto Parianto terdaftar warga Kabupaten Parimo, dengan nomor Kartu Keluarga (KK), 720815260XXXXXXX, alamat Dusun IV Padang Sari, Desa Lebagu, Kecamatan Balinggi.
Meskipun telah tercatat di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Parimo, anehnya aparat Pemerintah Desa Lebagu, tak mengetahui keberadaan I Made Koto Parianto telah pindah dan menjadi warga baru di wilayahnya.
Salah satunya, Kepala Dusun IV Padang Sari, I Nyoman Eko Wijana. Ia meyakni, tidak memiliki warga bernama I Made Koto Parianto.
Eko juga mengaku tidak pernah bertemu dengan I Made Koto Parianto, dan memastikan yang bersangkutan tak memiliki tanah atau rumah di Dusun IV Padang Sari.
“Jelas kalau warga baru, bisanya bawa surat pindah domisili ke aparat desa, ini tidak ada. Sedangkan orangnya saya tidak tahu,” ungkap I Nyoman Eko Wijana, dihubungi, Rabu, 22 November 2023.
Ia menyebut, baru mengetahui adanya warga baru di Dusun IV Padang Sari, usai Panitia Pemungutan Suara (PPS) menanyakan I Made Koto Parianto kepada pihaknya.
“Datanya (I Made Koto Parianto) muncul sebagai data pemilih baru. Jadi PPS bertanya, apakah yang bersangkutan mau datang kemari? Jadi saya bilang tidak ada. Sedangkan melapor tinggal di sini, tidak ada,” ujarnya.
Kepala Desa Lebagu, Benhur pun menyatakan hal yang sama. Bahkan, ia menegaskan tak mengetahui asal-usul I Made Koto Parianto, meskipun telah terdaftar sebagai salah satu warga di desanya.
“Tidak ada, makanya saya ingin ketemu dengan dia (I Made Koto Parianto) itu. Tinggalnya di mana?” tukas Benhur, dihubungi, Rabu.
Benhur heran dengan kehadiran I Made Koto Parianto, karena secara tiba-tiba tercatat sebagai warganya. Sehingga, menduga ada manipulasi data dalam proses pengurusan administrasi kependudukan (Adminduk) yang bersangkutan.
“Saya justru ingin tahu, siapa yang memalsukan dan melalui siapa? Jangan seperti itu, kenapa harus Lebagu, masih banyak desa lain,” ujarnya.
Bahkan, ia menduga kepindahan I Made Koto Parianto di Desa Lebagu karena terkait kepentingannya sebagai calon anggota KPU Parimo.
“Tidak punya kepentingan saja, kalau pindah di sini akan saya pertanyakan. Bagimana kalau memang ada kepentingan? Memangnya tidak ada lagi orang Kabupaten Parimo yang bisa jadi anggota KPU? Ini sangat tidak menghargai,” tandasnya.
Sementara itu, calon anggota KPU Parimo, I Made Koto Parianto yang dikonfirmasi, mengaku pindah dari Kabupaten Tolitoli ke Kabupaten Parimo, prosesnya melalui Dinas Dukcapil.
“Jadi dari Tolitoli, kita bawa surat pindahnya dan diproses di Parigi. Kemudian, keluarlah KK dan Kartu Tanda Kependudukan (KTP),” ujarnya.
Hanya saja, ia mengaku, sejak pindah dari Kabupaten Tolitoli, tak langsung menetap di Desa Lebagu. Melainnya, di Kota Palu karena sedang merawat anaknya yang sedang sakit.
“Makanya kami belum melapor ke aparat desanya. Tapi, keluarga saya sudah menyampaikan,” akunya.
Baca Juga: KPU Parimo Terima 5.450 Bilik Suara Pemilu untuk 1.360 TPS
Ia pun mengaku, numpang tinggal di rumah keluarganya di Desa Lebagu, dan menepis dugaan alasan pindah ke Kabupaten Parimo karena kepentingan seleksi calon anggota KPU.
“Tidaklah semata-mata karena itu. Saya pindah sejak lima bulan lalu. Ditengah perjalannya, muncul dorongan dari teman-teman, untuk mencoba masuk (seleksi KPU) bisa mewakilan etnis Bali di Parigi,” pungkasnya.












