PALU, theopini.id – Asisten I, Bidang Pemerintahan dan Kesra, Fahrudin Yambas menghadiri pengukuhan ratusan aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala, Rabu, 29 November 2023.
PATBM, merupakan gerakan masyarakat dalam rangka pencegahan dan respon cepat terhadap kekerasan anak di tingkat desa dan kelurahan.
Baca Juga: Sepanjang 2023, 444 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Terjadi di Sulteng
“Saya mengapresiasi pengukuhan ini, sebagai aksi nyata dari sinergitas dan kolaborasi pemerintah daerah, lembaga non pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan upaya perlindungan anak di Sulawesi Tengah,” ujar Fahrudin Yambas, membacakan sambutan Gubernur Sulawesi Tengah.
Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulawesi Tengah, per September 2023 telah terjadi 444 kasus kekerasan terhadap anak.
Terjadinya kasus-kasus tersebut, antara lain disebabkan kekeliruan cara pandang keluarga maupun masyarakat dalam menanamkan kedisiplinan kepada anak, seperti memberi hukuman.
Ia berharap aktivis PATBM dapat menjadi penggerak di tengah masyarakat untuk mengenali, menelaah dan mengambil inisiatif, untuk mencegah dan menanggulangi masalah kekerasan terhadap anak di lingkungan masing-masing.
“Optimalisasi peran masyarakat melalui aktivis PATBM merupakan sistem kerja sama yang terdiri dari elemen masyarakat saling terkait, terintegrasi dan mendukung satu sama lainnya,” kata dia.
Baca Juga: Perempuan dan Anak Korban Kekerasan Seksual Jangan Takut Speak Up
Senada, Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah, Hj. Vera Rompas Mastura meminta sinergitas lintas institusi dalam mendukung aktivis PATBM di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala.
“Harapan kami yang utama (ke Pemda) agar dianggarkan untuk mendukung kegiatan PATBM,” pungkasnya.















