Disnakertrans Parimo Gelar Kirab Budaya Hari Bhakti Transmigrasi

PARIMO, theopini.id Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah menggelar Kirab Budaya untuk memperingati Hari Bhakti Transmigrasi ke-73.

“Kegiatan ini, dilaksanakan pada dua tempat, yakni Alun-alun Kantor Bupati Parimo, dan lokas penyelenggaraan event Festival Teluk Tomini (FTT) di eks Sail Tomini, Kecamatan Parigi Tengah,” kata Kepala Disnakertrans Parimo, Hendra Bangsawan, di Parigi, Minggu, 10 Desember 2023.

Baca Juga: Zulfinasran Paparkan Usulan Parimo Jadi Tuan Rumah HBT di Kemendes PDTT

Dalam kirab Budaya tahun ini, kata dia, diikuti 2.000 orang yang terdiri dari para Camat, Masyarakat, Tokoh Kerukunan, Adat dan Agama.

Bahkan, dihadiri warga transmigrasi dari Kecamatan Bolano Lambunu, Mepanga, Parigi, Parigi Selatan, Torue, Balinggi dan Sausu.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Parimo, Armin mengatakan penyelenggaraan transmigrasi telah berkontribusi melalui pembangunan 3.606 pemukiman di 619 kawasan.

Saat ini, 1.567 telah berkembang menjadi desa divinitif, 446 eks pemukiman menjadi kecamatan, 116 pertransmigarasi mendukung ibu kota kabupaten dan 3 ibu kota propinsi.

“Bahkan, 2,2 juta kepala keluarga atau 9,2 jita jiwa telah ditempatkan di pemukiman transmigrasi dari Sabang sampai Merauke,” kata Armin mewakili Bupati Parimo, membacakan sambutan Menteri Desa, Pembangunan Desa Tertingal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar.

Menyinggung berbagai isu global saat ini, ia mengatakan transmigrasi memiliki peran penting dalam dukungan ketahanan pangan baik lokal,regional maupun nasional.

Bahkan kawasan transmigrasi yang berada di pedesaan memiliki ruang hijau luas yang dapat berperan pentingg dalam perubahan iklim global.

Baca Juga: DPR Setujui Pagu Anggaran Kemendes PDTT Rp275 Triliun

“Lewat Hari Bhakti Transmigrasi ke-73 ini, saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pelak transmigamrasi di kawasan Transmigrasi,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi transmigran dan penduduk asal serta masyarakat setempat yang hidup berdampingan dalam membangun pemukiman transmigran merupakan wujud nyata dari Bhineka Tuggal Ika.

Komentar