PARIMO, theopini.id – Pj Bupati Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Richard Arnaldo pimpin apel gelar pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Tinombala, dalam rangka pengamanan Idulfitri 1445 H/2024 M.
Apel gelar pasukan tersebut, digelar di halaman Mako Polres Parimo, sebagai bentuk pengecekan akhir bersama stekholder, terkait kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2024.
Baca Juga: Berikut Target Capaian Polda Sulteng pada Operasi Ketupat Tinombala
“Berdasarkan survei kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan dan penanganan arus mudik 2023 mencapai 89,5 persen, dari tahun sebelumnya,” kata Pj Bupati Richard Arnaldo, membacakan samabutan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Menurunya, melalui survei Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) arus mudik 2024, terdapat potensi pergerakan masyarakat sebesar 193,6 juta orang, atau meningkat 56,4 persen dari tahun sebelumnya.
Olehnya, dengan adanya survei tersebut bersama TNI/Polri dalam Operasi Ketupat tahun ini, melibatkan 155.165 personil selama 13 hari, dimulai sejak 4 hingga 16 April.
Bahkan dalam operasi ini, telah disiapkan 5.784 Pos terdiri dari pengamanan, pelayanan dan terpadu, yang diutamakan pada jalur kemacetan, kecelakaan dan kriminalitas.
“Tentunya pos-pos tersebut, harus memberikan pelayanan prima dan pengamanan yang optimal,” ujanya.
Bersama kementerian terkait, TNI/Polri juga telah mengeluarkan edaran surat keputusan, tentang lalu lintas selama masa arus mudik dan pulang 2024.
Diharapkan, dapat diimplementasikan dan disosialisasikan pada masyarakat, di antaranya terkait penggunaan jalan tol serta arteri dengan memberikan jaminan kaseltibcar lantas, memeriksa infrastruktur, mode transportasi yang akan digunakan.
“Menerapkan rekayasa lalu lintas secara terukur, dan menyiapkan pengawal Kepolisian untuk memberikan rasa aman,” tukasnya.
Selanjutnya, dengan situasi yang dinamis dalam pelaksanaan pengamanan 2024, ia meminta selalu memahami karakteristik masyarakat, titik banjir dan rawan longsor serta gangguan kamtibnas di jalur mudik.
Ia mengatakan, penanganan gangguan kamtibnas juga penting dilakukan pada rumah yang ditinggalkan, jalur mudik, lokasi wisata untuk terus dilakukan patroli pada jam-jam rawan.
Selain gangguan kamtibnas, ia juga meminta untuk terus memperhatikan stabilitas harga, ketersediaan Bahan kebutuhan Pokok Penting (Bapokting) dan BBM yang harus tetap terjaga.
Baca Juga: 15 Korban Meninggal Akibat Lakalantas Selama Operasi Ketupat Tinombala di Sulteng
“Tingkatkan koordinasi dan langkah-langkah bersama stekholder terkait,” imbuhnya.
Segala perkembangan di lapangan, lanjutnya, juga harus diimbang dengan strategi komunikasi publik, dan memastikan masyarakat mengetahui informasi yang dibutuhkan.






