PARIMO, theopini.id – Pengujung masa jabatan, sejumlah Anggota Legislatif (Anleg) DPRD Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah terkesan malas nyantor.
Terlihat, saat rapat paripurna laporan hasil reses DPRD Parimo yang dipimpin Wakil Ketua I Faisan Badja, didampingi Wakil Ketua II Alfres Tonggiroh, Senin, 13 April 2024.
Baca Juga: H Erwin H Nadir Bermula Surat Teguran Berujung PAW
Rapat yang dihadiri langsung Pj Bupati Parimo, Richard Arnaldo, berdasarkan daftar hadir ditanda tangani 22 Anleg DPRD.
Anehnya secara fisik yang hadir dalam ruang sidang DPRD Parimo, hanya 15 orang Anleg, yakni Faisan Badja,Alfres Tonggiroh, Leli Pariani,H Suardi, Ahmad Dg Mabela, Masrin M.Said, Rusno Aht, Zabur, Sukiman Tahir, Imran Aimang, Arifin Dg Palalo, Mustakim Kono, Yusup, SP, I Ketut Arsana, dan I Wayan Murtama.
Namun, rapat paripurna yang dimulai sekira pukul 11.30 WITA tersebut, tetap berlangsung meski jumlan Anleg secara fisik tak korum.
Wakil Ketua I DPRD Parimo, Faisan Badja menjelaskan alasan tidak hadirnya beberapa Anleg, karena memiliki urusan yang mendesak dan tidak dapat ditunda.
“Tadi ada 22 orang. Pagi-pagi mereka hadir tapi mereka ada urusan keluarga yang sakit,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Badan Kehormatan DPRD Parimo, H Suardi mengaku telah diberi informasi sebelumnya oleh beberapa Anleg yang berhalangan hadir.
Sekiranya dalam paripurna tersebut, kata dia, ada hal yang membutuhkan pengambilan keputusan, maka Badan Kehormatan tak akan memberikan izin untuk dilaksanakan tanpa korum.
Baca Juga: Usai Libur Lebaran, Pj Bupati dan Sekda Parimo Sidak Kantor OPD
“Kalau dalam paripurna itu ada keputusan yang harus di ambil, tidak boleh seperti ini. Saya tidak beri izin, karena hanya laporan reses saya beri kelonggaran,” imbuhnya.
Ia mengaku, Badan Kehormatan DPRD Parimo telah mengantongi tiga nama Anleg yang dinilai melanggar. “Paling banyak yang tidak terpilih lagi. Kami tetap akan memberikan teguran atas pelanggaran disiplin,” pungkasnya






