PARIMO, theopini.id – DPRD Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah menggelar rapat paripurna dengan agenda menyampaikan laporan hasil reses, Senin, 13 Mei 2024.
Rapat paripurna tersebut, dipimpin Wakil Ketua I DPRD, Faisan Badja, didampingi Wakil Ketua II Alfres Tonggiroh, dan dihadiri Pj Bupati Parimo Richard Arnaldo.
Baca Juga: Serap Aspirasi Wakil Ketua I DPRD Parimo Gelar Reses di Baliara
“Maksud dan tujuan reses, untuk menyerap aspirasi masyarakat pada Daerah Pemilihan (Dapil) untuk menggalangkan kemitraan DPRD, dalam rangka mendukung pembangunan serta peningkatan kesejahteraan,” kata Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Parimo, H Suardi, membacakan hasil reses DPRD Parimo.
Menurutnya, aspirasi masyarakat yang disampaikan anggota DPRD Parimo sesuai Dapil masing-masing yang telah dirangkum, yakni usulan prioritas pembangunan wilayah.
Seperti, kata dia, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), pembangunan infrastruktur, peningkatan mutu pendidikan formal maupun keagamaan, pelayanan publik yang profesional serta pemerataan.
Kemudian, masyarakat juga mengusulkan agar pelaksanaan pembangunan, khususnya pada 2024, berjalan sesuai dengan amanat pembangunan pada sektor perekonomian, sosial dan kesehatan.
Selain itu, pelaksanaan pembangunan diharapkan dapat mendukung kebijakan pemenuhan cakupan kepemilikan, dan pemutahiran dokumen kependudukan dan pencatatan sipil.
“Pengentasan dan penurunan kemiskinan, kemiskinan ektrim, serta perlunya upaya pemerintah daerah dalam penurunan, pengendalian Stunting hingga pengendalian inflasi,” ujarnya.
Selanjutnya, pembangunan ruas jalan baru atau pelebaran antar wilayah sebagai akses yang strategis jalan utamα untuk jalur transportasi, lintas batas, jalur perdagangan dan jasa.
Usulan pembangunan dan perluasan jalan di berbagai wilayah, baik jalan nasional maupun jalan provinsi, jalan kabupaten/kota/desa serta perbaikan jalan lingkungan yang kondisinya masih banyak yang rusak, pembuatan dan perbaikan drainase atau saluran air dan turab sungai pembuatan rabat, talud, dan bronjong.
“Ada pula, usulan pembangunan pagar, ruang sekolah, ruang UKS dan MCK, baik SD, SMP, Madrasah dan pondok pesantren,”
Bahkan, usulan penanganan sampah di sungai, bibir pantai dan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar, terutama di daerah kawasan pusat kota. Lalu, pembangunan sarana Posyandu dan Posbindu untuk Lansia.
Masyarakat pun mengusulkan penambahan dan perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU), dan perbaikan jalan dan jembatan penghubung antar desa/dusun.
“Permintaan masyarakat kepada pemerintah untuk meningkatkan pembangunan pedesaan secara terpadu, maupun kualitas SDM sebagai bagian dari pendekatan kewilayahan yang berorientasi pada pemberdayaan potensi daerah,” ungkap Suardi.
Anggota DPRD Parimo, lanjutnya, juga menerima masukan dari masyarakat agar pengelolaan sumber daya air wilayah terus dipantau, baik persoalan sendimentasi, banjir, tata kelola air.
Ditambah lagi, usulan permohonan bantuan permodalan serta sarana dan prasarana dari kelompok usaha masyarakat.
Baca Juga: DPRD Parimo Gelar Paripurna Laporan Hasil Reses
Di antaranya, bantuan alat kesenian, tenda, kursi dan sound system, peralatan meubel, usaha catering, laundry, pertukangan, jajanan lokal serta dana pengembangan desa berdikari ekonomi kerakyatan.
“Dengan bantuan ke UMKM dan petani produktif, diharapkan mendorong kemudahan investasi untuk pengembagan industri dalam rangka peningkatan perekonomian daerah,” pungkasnya.







