Pemda Parimo Susun Dokumen Model Pemberdayaan Masyarakat KAT

PARIMO, theopini.idPemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah menyusun dokumen model pemberdayaan masyarakat Komunitas Adat Terpencil (KAT).

“Saya mengapresiasi dan mendukungan terhadap upaya ini, sebagai langkah penting dalam mengangkat dan melestarikan kearifan lokal masyarakat suku Lauje,” kata Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kesejahteraan Rakyat, Mawardin, membacakan sambutan Pj Bupati Parimo.

Baca Juga: Warga Toro Sigi Dibekali Teknis Jaringan Internet dan Literasi Digital

Ia menegaskan, kearifan lokal harus menjadi dasar dalam merumuskan dan mengimplementasikan program pemberdayaan masyarakat.

Dalam konteks pembangunan kearifan lokal, KAT Lauje menjadi modal sosial berharga yang dapat dijadikan landasan, dalam merumuskan program pemberdayaan masyarakat lebih baik.

“Hal ini, sesuai kebutuhan karateristik dan kearifan lokal,” ujarnya.

KAT, kata dia, sering kali hidup dalam kondisi terisolasi dengan akses dasar yang terbatas. Sehingga, upaya pemberdayaan mereka kurang optimal.

Kendala utama dihadapi, termasuk kurangnya komunikasi, sumber daya, koordinasi, dan perencanaan yang sesuai.

“Kegiatan ini, bertujuan untuk menggali, mengkaji, dan memahami lebih dalam mengenai potensi, tantangan, dan peluang dalam upaya pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Bappelitbangda Parimo, Ponco Nugroho menuturkan, kemiskinan sebagai salah satu masalah utama yang harus diselesaikan.

Kabupaten Parimo, menempati urutan ke empat di Sulawesi Tengah, dengan persentase penduduk miskin sebesar 14,20%.

“Urutan pertama dalam hal jumlah penduduk miskin sebanyak 74.570 jiwa,” ungkapnya.

Tingginya angka kemiskinan, disebabkan beberapa faktor, termasuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur yang minim, lapangan kerja terbatas, dan faktor budaya.

Baca Juga: Dinsos Parimo Optimalkan Program Prioritas Atasi Kemiskinan

Untuk mengatasi kemiskinan, diperlukan upaya sistematis dan komprehensif yang dapat menyentuh elemen masyarakat miskin secara efektif.

“Kegiatan ini, diharapkan akan tercapai solusi yang efektif dan berkelanjutan, dalam upaya pemberdayaan masyarakat adat terpencil di Kabupaten Parimo,” pungkasnya.

Komentar