JAKARTA, theopini.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, menekankan sinergi tujuh elemen pendukung keberhasilan Pilkada Serentak 2024.
Adapun tujuh elemen tersebut, terdiri dari penyelenggara, pengawas, lembaga non-Bawaslu, pemerintah pusat dan daerah, aparat keamanan, Partai Politik (Parpol) dan Pasangan Calon (Paslon), media/pers, serta masyarakat.
Baca Juga: Kemendagri Tekankan Pentingnya Sinergisitas Sukseskan Pilkada di Papua Tengah
“[Election] itu adalah orkestra dari berbagai elemen yang bekerja sesuai dengan tugas masing-masing dengan baik, itu yang selalu saya sampaikan. Paling tidak ada tujuh elemen, penyelenggara sendiri yaitu KPU, kemudian pengawas baik yang formal Bawaslu, DKPP, juga ada lembaga-lembaga yang mengawasi di luar formal, NGO, dan lain-lain,” Mendagri, pada Rapat Konsolidasi Nasional Kesiapan Pilkada Serentak 2024, di Jakarta, Selasa, 20 Agustus 2024.
Ia juga mengungkapkan, peran KPU dan KPU Daerah (KPUD) yang paling utama, yaitu mampu membuat perencanaan dan aturan untuk menyelenggarakan Pemilu/Pilkada secara demokratis, jujur, adil, dan transparan.
Menurutnya, peran penyelenggara Pemilu dalam merencanakan, mengeksekusi, dan melaksanakan tersebut mudah diucapkan, tetapi sukar dilaksanakan.
Selain itu, pihaknya menekankan agar petugas KPUD mampu menjaga netralitas, terutama di daerah-daerah rawan.
“Saya mohon dari KPU mohon secara internal memiliki mekanisme kontrol yang tegas untuk menyangkut masalah netralitas ini dan juga Bawaslu jangan segan-segan untuk mengambil tindakan termasuk DKPP,” ujarnya.
Ia berharap, Pilkada Serentak 2024 bisa berjalan dengan baik. Dia pun berpesan kepada petugas KPUD, untuk segera melaporkan masalah sensitif, serta berpotensi konflik ke aparat keamanan, sebelum masalah meluas dan menimbulkan kegaduhan.
Baca Juga: Mendagri Minta Pemda Maksimalkan Dukungan Kebutuhan Sapras Pilkada 2024
Tujuannya, agar masalah tersebut bisa diantisipasi melalui kerja sama dengan pihak terkait, termasuk aparat keamanan.
“Jangan sampai membuat keputusan, aparat keamanannya tidak tahu, sudah meledak duluan, setelah itu kemudian baru [kasih tahu] aparat keamanan, berat sekali harus untuk menyelesaikannya. Padahal sebetulnya bisa dicegah,” pungkasnya.







Komentar