SIGI, theopini.id – Kepala Operasi (Kaops) Madago Raya Kombes Pol Boy FS Samola meletakan batu pertama pembangunan rumah milik Nurin, warga yang kurang mampu di Desa Beka, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Pembangunan rumah ini, merupakan aksi sosial Satgas Madago Raya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Satgas Madago Raya Bagikan Sembako dan Kursi Roda ke Masyarakat Poso
“Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti nyata, bahwa Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga peduli terhadap kondisi sosial masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Kombes Pol Boy FS Samola, di Desa Beka, Minggu, 29 September 2024.
Ia mengatakan, Sigi merupakan salah satu kabupaten yang menjadi salah satu wilayah operasi Satgas Madago Raya, untuk mencegah berkembangnya paham radikalisme maupun terorisme melalui kegiatan preemtif dan preventif.
Dalam kegiatan ini, pihaknya melibatkan komunitas Bhayangkara Tadulako Offroad dan masyarakat setempat, untuk melakukan peletakan batu pertama.
Proses pengerjaannya, kata dia, dilaksanakan secara gotong royong dengan masyarakat, aparat pemerintah, seperti Ketua RT/RW, Kepala Desa, Bhabinkamtibmas serta Babinsa setempat.
“Semoga dalam waktu sebulan, rumah ini bisa selesai dan dapat digunakan,” imbuhnya.
Aksi ini, diharapkan tidak hanya memberikan perubahan fisik, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk saling bergotong royong, bantu-membantu dan mendukung satu sama lain.
Kaops Madago Raya juga berpesan pada masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban, mengawasi anak-anak dalam menggunakan media sosial.
Sehingga, tidak terpengaruh dengan ajakan yang bersifat intoleransi, radikalisme dan terorisme serta tidak terpancing provokasi atau berita hoax, dalam pelaksanaan tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang sedang berlangsung.
Baca Juga: Satgas Madago Raya Beri Bantuan dan Pesan Kamtibmas ke Para Santri
Selain melakukan peletakan batu pertama, Kaops Madago Raya juga memberikan bantuan berupa kursi roda kepada Nurdin.
Nurdin saat ini sedang mengalami lumpuh atau sakit menahun, sehingga tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari.







Komentar