Sosialisasi Taman Bacaan Masyarakat dan Perpustakaan Desa di Parimo

PARIMO, theopini.id Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Daerah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Mawardin, secara resmi membuka sosialisasi Taman Bacaan Masyarakat dan Perpustakaan Desa, di Parigi, Jum’at, 4 Oktober 2024.

“Atas nama pemerintah daerah, saya mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan ini,” ungkap Mawardin, mewakili Pj Bupati Parimo.

Baca Juga: FTBM Parimo: Kurangnya Minat Baca Anak Karena Smartphone

Kegiatan ini, kata dia, merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan akses terhadap pengetahuan dan informasi di tingkat desa.

Ia mengatakan, dengan membaca banyak informasi yang dapat digalih, menambah wawasan, dan memahami berbagai aspek kehidupan.

Olehnya, kehadiran taman bacaan dan perpustakaan desa sangat vital. Hal ini, menjadi tempat di mana masyarakat dapat berkumpul, berdiskusi, dan saling bertukar ide dan gagasan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Asrama Mahasiswa di Manado, Bukti Komitmen Banggai terhadap Pendidikan Anak Daerah

Terlaksananya sosialisasi ini, merujuk dari surat edaran Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), bersama Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 2 tahun 2024, tentang peningkatan budaya literasi melalui taman desa/perpustakaan desa.

“Tujuan kegiatan ini, untuk memperkenalkan dan mendorong pengelolaan taman bacaan serta perpustakaan desa secara optimal yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai pusat kegiatan guna mendorong kreativitas, diskusi, dan pertukaran ide di kalangan masyarakat,” terangnya.

Menurutnya, taman bacaan bukan hanya sekadar tempat untuk membaca, tetapi juga sebagai ruang kreativitas.

Ia berharap, setiap desa dapat mengembangkan kegiatan seperti workshop menulis, diskusi buku, dan pembacaan puisi untuk menarik minat masyarakat, khususnya anak-anak serta remaja.

Mawardin pun mengajak semua pihak, termasuk sekolah-sekolah, organisasi masyarakat, dan lembaga lainnya, untuk berkolaborasi.

BACA JUGA:  Bupati Banggai Hadiri Hari Lahir Islamiyah Darul Ulum Toili

“Mari kita buat program-program menarik yang melibatkan semua kalangan. Sehingga taman bacaan menjadi tempat yang ramai dan hidup,” tukasnya.

Setiap desa juga diminta agar aktif dalam mencari donasi buku, dan sumber daya lainnya, untuk memperkaya koleksi perpustakaan desa.

Ia menilai perlunya mengevaluasi dan mengembangkan program- program yang telah berjalan, dengan umpan balik dari masyarakat.

Baca Juga: TBM Buluri dan Kathari Inisiasi Gerakan Literasi Melawan Pertambangan

Sehingga, dapat memastikan taman bacaan dan perpustakaan desa benar-benar memenuhi kebutuhan dan harapan seluruh pihak.

“Saya yakin dan percaya dengan semangat kolaborasi, mari kita bersama-sama menjadikan taman bacaan dan perpustakaan desa sebagai pusat pendidikan, dan budaya di masing-masing desa,” pungkasnya.

Komentar