PARIMO, theopini.id – Kepala Dinas (Kadis) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Asmadi mengingatkan pegawai ASN ataupun honorer, agar tidak melakukan Pungutan Liar (Pungli) pengurusan Administrasi Kependudukan (Adminduk).
“Memang saya sadari, dan jujur saya tidak munafik. Masih ada staf yang mungkin nakal, tetapi saya tidak berhenti untuk mengubah hal tersebut. Sebab, kita ini adalah pelayan dan masyarakat itu adalah raja,” ungkap Asmadi, di Parigi, Rabu 16 Oktober 2024.
Baca Juga: LaNyalla: Fenomena Pungli Seperti Gunung Es
Ia mengatakan, dengan berbagai upaya yang dilakukannya selama ini, praktik Pungli di Dukcapil Parimo mulai berangsur-angsur berkurang.
Hal itu terjadi, pasca sikap tegasnya melakukan nonjob terhadap salah satu pegawai, karena ketahuan melakukan praktik Pungli melalui aplikasi media social, beberapa lalu.
“Dalam isi pesan di aplikasi media sosial, pelaku meminta sejumlah uang untuk pencetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Hari itu juga, kami langsung nonjobkan,” tegasnya.
Menurutnya, perilaku Pungli yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi ini, dapat menghancurkan nama Dukcapil Parimo.
Terlepas dari itu, Asmadi mengaku, tidak mempersoalkan adanya Pungli yang dilakukan masyarakat sebagai perantara atau calon pengurusan Adminduk.
Sebab, ada sisi positif dan negatif yang menyebabkan calon pengurusan Adminduk memasang tarif. Asalkan, kata dia, tidak bekerja sama dengan pegawai di Dukcapil Parimo.
“Contonya, beberapa masyarakat dari Kecamatan Moutong, menitip berkanya ke satu orang untuk pengurusan Adminduk, mengingat jarak cukup jauh dan juga lebih efisien. Maka boleh saja, asalkan dengan pihak Dinas tidak ada kerja sama terkait upah,” jelasnya.
Justru keberadaan calo ini, selain mempermudah masyarakat juga membantu pihaknya, karena Dukcapil Parimo memiliki target capaian pencetakan Adminduk setiap tiga bulan.
Baca Juga: Terima Aduan Pungli PIP, DPRD Parimo Akan Undang Kepsek hingga Disdikbud
Olehnya, ia mengingatkan calo pengurus Adminduk agar tidak menyulitkan masyarakat dan meminta ongkos mengatasnamakan pegawai Dukcapil Parimo.
“Saya juga meminta bantuan kepada masyarakat, jika melihat, mengetahui ada staf saya yang nakal, segera laporkan kepada saya,” pungkasnya.







Komentar