MUI Kota Palu: Zakat Instrumen Ekonomi yang Mengurangi Kesenjangan Sosial

PALU, theopini.idKetua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Sulawesi Tengah, Prof Zainal Abidin mengungkapkan, zakat harus dikelola dengan baik, agar memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sebab, zakat sebagai salah satu rukun Islam memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat, terutama bagi golongan yang kurang mampu.

Baca Juga: Dukung Pengelolaan Zakat, Pj Bupati Parimo Terima Anugerah BAZNAS Award

“Zakat bukan sekadar kewajiban bagi umat Islam yang mampu. Zakat merupakan instrumen ekonomi yang dapat mengurangi kesenjangan sosial. Jika dikelola dengan profesional, maka akan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat dan mengentaskan kemiskinan,” ujar Prof Zainal Abidin dalam keterangan resminya di Palu, Rabu, 26 Maret 2025.

BACA JUGA:  Pencuri Ponsel di Luwuk Dihadiahi Timah Panas Saat Coba Melarikan Diri

Ia menjelaskan, zakat yang terkumpul disalurkan kepada delapan golongan yang berhak menerima, termasuk fakir miskin, orang terlilit utang, dan para muallaf.

Selain itu, ia juga mendorong pemerintah serta lembaga pengelola zakat untuk bekerja sama, dalam pendistribusian agar lebih tepat sasaran.

Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan untuk memaksimalkan manfaat zakat bagi kesejahteraan rakyat.

Salah satunya, dengan mengembangkan program ekonomi berbasis zakat, seperti pemberian modal usaha bagi masyarakat kurang mampu, beasiswa pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin, serta bantuan sosial.

Baca Juga: Kemenag Kota Samarinda Gelar Rapat Penetapan Kadar Zakat Fitrah

BACA JUGA:  HUT ke-62 Sulteng, Dinsos Salurkan 314 Paket Bantuan ke Kelompok Rentan

“Untuk itu, masyarakat harus semakin sadar akan pentingnya menunaikan zakat, dan mempercayakan pengelolaannya,” kata dia.

Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dalam membayar zakat serta transparansi dalam pengelolaannya, diharapkan zakat dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mengurangi angka kemiskinan di tanah air.

Komentar