PARIMO, theopini.id – Anggota DPRD Parigi Moutong (Parimo) dari Fraksi PDI Perjuangan Fathia, menyoroti tindakan Tenaga Kesehatan (Nakes) yang tidak sigap menangani penyebaran wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Sigega, Kecamatan Tinombo Selatan.
Fathia mempertanyakan peran Nakes yang dinilainnya lamban dalam menangani pasien DBD dan tindakan mengurangi penyebaran wabah.
Baca Juga: Anleg Parimo Dorong Pembentukan Satgas Pengawasan Tambang Rakyat
“Laporan yang masuk ke saya, kalau di Desa Sigega sudah banyak yang terkena gejala DBD dan belum ada tindakan apapun dilakukan di sana,” ungkapnya saat Rapat Pansus LKPj Bupati 2024, Kamis, 17 April 2025.
Sejak Januari hingga saat ini, menurutnya, terdapat kurang lebih 10 orang warga yang menjalani perawatan medis akibat gejala penyakit DBD.
Bahkan, terdapat sejumlah warga yang mengalami gejala yang sama, tapi tidak mendapatkan penaganan.
Selain itu, usulan warga menyemprotkan insektisida agar menekan penyebaran wabah DBD, juga belum ditindaklanjuti.
Nakes, kata dia, hanya menyarankan warga Desa Sigega untuk melayangkan surat ke Dinas Kesehatan Parimo.
“Kalau prosesenya seperti ini, akan lama dilaksanakan (penyemprotan insektisida) karena harus menunggu surat balasan lagi,” ujarnya.
Ia berharap, Nakes bisa lebih sigap dalam menangani dan melayani laporan serta keluhan masyarakat terhadap potensi penyebaran penyakit yang dapat mengacam nyawa.
Menanggapi itu, Kepala Dinas Kesehatan Parimo, I Gede Widiadha mengatakan prosedur penindakan wabah ataupun penyakit harus melalui laporan dari bidan desa ke kecamatan dan selanjutnya ke dinas.
“Selama ini memang kurang koordinasi di lapangan,” kata dia.
Baca Juga: Anleg Parimo Berharap Bupati Terpilih Tidak Tergoda Rayuan Pemodal Tambang Ilegal
Padahal, kata dia, Dinas Kesehatan Parimo dalam melakukan penindakan telah siap dari segi alat, bahan hingga Nakes.
“Jika komunikasi yang baik dan sesuai prosedur, saya pastikan Dinas Kesehatan Parimo akan sigap lakukan eksekusi setiap laporan,” pungkasnya.







Komentar