Gubernur Sulteng: Rumah Layak Adalah Bentuk Penghargaan bagi ASN

PALU, theopini.idGubernur Sulawesi Tengah, H Anwar Hafid menyatakan, pemenuhan kebutuhan rumah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan bentuk penghargaan atas pengabdian mereka sekaligus bagian penting dari pembangunan kesejahteraan di daerah.

“Rumah yang layak dan terjangkau adalah hak setiap ASN. Ini bukan hanya soal tempat tinggal, tapi juga penghargaan atas pengabdian mereka kepada negara,” tegas Anwar Hafid saat menerima audiensi Kepala Cabang BTN Palu, Sigit Sulistiyo, di ruang kerjanya, Senin, 2 Juni 2025.

Baca Juga: Rumah Layak Huni, Aswini Dimple: Solusi Kongkri Tingkatkan Kualitas Hidup

Dalam pertemuan tersebut, BTN menawarkan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dengan bunga tetap 5 persen dan cicilan mulai dari Rp1,1 juta per bulan untuk jangka waktu hingga 20 tahun.

Program ini, menyasar ASN yang belum memiliki hunian tetap, dengan harapan bisa mendorong kepemilikan rumah secara luas dan terjangkau.

Gubernur Anwar Hafid menyambut baik tawaran kerja sama dari BTN. Ia menilai inisiatif ini sejalan dengan program sembilan BERANI, khususnya misi BERANI Sejahtera yang berfokus pada peningkatan taraf hidup ASN.

“Program ini juga selaras dengan target nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo untuk membangun tiga juta rumah. Di daerah, kami harus memastikan implementasinya menyentuh kebutuhan nyata,” kata dia.

Sebagai langkah awal, ia akan menginstruksikan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) untuk mengidentifikasi ASN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah yang belum memiliki rumah.

Ia menekankan pentingnya pendataan agar program berjalan tepat sasaran. “Kita ingin program ini benar-benar sampai kepada yang membutuhkan. Data itu, kunci agar pelaksanaan tidak meleset,” ujarnya.

Baca Juga: Bupati Banggai Serahkan 33 unit Rumah Layak Huni ke Korban Banjir

Ia pun menekankan, program perumahan tidak hanya bermanfaat bagi ASN, tapi juga bisa menjadi penggerak ekonomi lokal melalui sektor konstruksi, bahan bangunan, dan tenaga kerja.

“Jadi dampaknya bukan hanya sosial, tapi juga ekonomi. Kita ingin kesejahteraan ASN dan pertumbuhan daerah berjalan seiring,” pungkasnya.

Komentar