PALU, theopini.id — Di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah, suara pemuda Sulawesi Tengah kembali menguat.
Dua organisasi besar, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), menggagas langkah kolaboratif dengan Pemerintah Provinsi untuk mendorong lahirnya program-program inovatif kepemudaan.
Baca Juga: Musyda IMM XV, Usung Tema Bersatu Menuju Sulteng Berdaulat
Langkah awal ini, ditandai dengan audiensi yang digelar di ruang kerja Gubernur Sulawesi Tengah, H Anwar Hafid, di Kota Palu, Senin, 2 Juni 2025, yang menjadi titik tolak sinergi baru antara generasi muda dan pemerintah.
Dipimpin oleh Ketua KNPI, Widya Ponulele, dan Ketua DPD IMM, Adityawarman, audiensi ini tak sekadar menyampaikan aspirasi, tetapi juga menawarkan konsep nyata, yakni keterlibatan aktif pemuda dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan pendidikan melalui Program 9 BERANI yang kini menjadi prioritas daerah.
“Kami tidak ingin hanya menonton pembangunan. Pemuda Sulteng harus menjadi aktor utama yang menawarkan solusi, bukan sekadar pengamat,” ujar Adityawarman.
Widya Ponulele menambahkan, semangat kolaborasi lintas organisasi pemuda merupakan kunci untuk menciptakan perubahan yang berdampak nyata di masyarakat.
“Kita ingin buktikan bahwa pemuda Sulteng bukan hanya potensial, tapi juga siap mengambil peran strategis,” katanya.
Gubernur Anwar Hafid menyambut baik gagasan tersebut dan menyatakan komitmennya mendukung penuh inisiatif KNPI dan IMM.
Baca Juga: Nahkodai KAHMI Parimo, Puja Disebut Miliki Segudang Pengalaman
Ia bahkan berharap, momentum Hari Sumpah Pemuda pada Oktober 2025, bisa menjadi panggung besar pemuda Sulawesi Tengah untuk menunjukkan kapasitasnya secara nasional.
“Kalau bisa, Sulawesi Tengah menjadi tuan rumah Jambore Pemuda Nasional atau Kemah Pemuda Nusantara. Itu akan membuka mata banyak pihak bahwa kita siap menjadi pusat gerakan pemuda di Indonesia Timur,” ucapnya.







Komentar