SIGI, theopini.id – Peluncuran Gema Masyarakat Kulawi Raya di Desa Tompi Bugis, Kecamatan Kulawi Selatan, bukan hanya selebrasi budaya, tapi juga momentum penting bagi penguatan identitas lokal dan percepatan pembangunan wilayah terpencil di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
“Ini bukan sekadar acara seremonial. Gema Masyarakat Kulawi Raya menjadi ruang silaturahmi, refleksi bersama, dan panggung untuk mengangkat kembali nilai-nilai luhur masyarakat Kulawi,” ujar Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae dalam sambutannya, dalam acara peluncuran Gema Masyarakat Kulawi Raya di Desa Tompi Bugis, Minggu, 15 Juni 2025.
Baca Juga: Kecelakaan di Luwuk-Batui, Peringatan Akan Risiko Menyalip di Malam Hari
Ial menyampaikan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menunjukkan perhatian nyata pada konektivitas wilayah.
Salah satunya, melalui rencana pengaspalan jalan Kalukubula-Gimpu dengan sistem multi years, yang akan dimulai tahun ini.
“Jalan ini menjadi urat nadi yang menghubungkan Kulawi Raya dengan pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan. Ini bentuk komitmen serius pemerintah dalam membangun dari pinggiran,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid mengungkapkan, peluncuran Gema Masyarakat Kulawi Raya sejalan dengan semangat sembilan program unggulan BERINI.
Baca Juga: Generasi Muda Parimo Unjuk Gigi di Ajang Duta Wisata Lewat Kreativitas Digital
Ia membuka ruang dialog langsung dengan warga dan berjanji menindaklanjuti setiap aspirasi yang disampaikan.
“Kita tidak boleh membiarkan wilayah terpencil tertinggal. Seluruh suara masyarakat Kulawi Raya hari ini adalah agenda kerja kami besok,” kata Anwar Hafid.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar