PARIMO, theopini.id – Wakil Bupati (Wabup) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, H Abdul Sahid, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Desa Khatulistiwa, Kecamatan Tinombo Selatan, yang digelar di Tugu Khatulistiwa, Rabu, 9 Juli 2025.
Peringatan kali ini, mengusung tema “Semangat dalam persatuan, untuk membangun Desa Khatulistiwa yang berinovasi dan berkualitas, yang berpijak pada kearifan lokal.”
Baca Juga: HUT ke-65 Banggai, Komitmen Bangun Daerah Lewat Identitas dan Potensi Lokal
Dalam sambutannya, Wabup Abdul Sahid menegaskan, pemerintah daerah saat ini tengah fokus menuntaskan visi dan misi dalam program 100 hari kerja.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah desa di Kabupaten Parimo untuk bergandengan tangan menyukseskan agenda tersebut.
“Mari bersama kita selesaikan program ini agar masyarakat tidak lagi bertanya-tanya sejauh mana pencapaiannya,” ujarnya.
Wabup Sahid juga merespons aspirasi warga terkait kekhawatiran terhadap aktivitas tambang emas ilegal di beberapa desa.
Ia menyampaikan, pemerintah mendukung keinginan warga untuk menolak tambang tersebut, demi menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung program pertanian berkelanjutan.
“Kalau masyarakat tidak ingin ada tambang, pemerintah siap mendukung. Apalagi kita sedang mendorong program percetakan sawah baru,” tegasnya.
Sebagai pimpinan daerah, mewakili pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih, Erwin–Sahid, ia mengucapkan selamat ulang tahun kepada seluruh warga Desa Khatulistiwa.
“Semoga pemimpin dan masyarakat desa selalu diberi perlindungan dan keberkahan oleh Allah SWT,” tuturnya.
Menjelang HUT desa, berbagai kegiatan lomba dan pertandingan akan digelar selama sepekan ke depan. Wabup pun mengajak masyarakat untuk menjaga sportivitas dan kebersamaan selama pelaksanaan rangkaian kegiatan tersebut.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari program prioritas Pemda Parimo.
“Kami berharap desa ini dapat dijaga dengan baik kebersihannya. Insya Allah ke depan, pemerintah akan mendukung kawasan ini menjadi destinasi wisata,” ungkapnya.
Baca Juga: HUT ke-79 Bhayangkara di Parimo: Polri Didorong Perkuat Kepercayaan Publik
Sementara itu, Ketua Panitia, Jiman, dalam laporannya menyampaikan bahwa tema HUT ke-18 bukan sekadar slogan, tetapi cerminan semangat kolektif masyarakat.
“Tema ini adalah gerakan sosial yang membuktikan bahwa kemajuan desa bisa dicapai tanpa mengorbankan identitas budaya. Dengan persatuan dan gotong royong, kita bisa membangun desa yang mandiri dan tetap berakar pada nilai-nilai lokal,” tandasnya.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar