Pemprov Gorontalo Bentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Sekolah

GORONTALO, theopini.idPemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo, memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Sekolah.

Satgas ini, akan dibentuk di seluruh satuan pendidikan sebagai tindak lanjut dari Permendikbudristek Nomor 86 Tahun 2023.

Baca Juga: Kekerasan Seksual Terhadap Anak Marak di Parimo, Pelaku Justru Orang Terdekat

“Kami laporkan, kaitannya dengan pencegahan tindak kekerasan ini, sekolah akan segera membentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Sekolah, hal ini sesuai dengan amanat Permendikbudristek Nomor 86 Tahun 2023,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Gorontalo, dr Yana Yanti Suleman, dalam kegiatan sosialisasi di SMKN 1 Paguyaman Pantai, Rabu, 16 Juli 2025.

Ia menyebut, salah satu bentuk implementasi program tersebut adalah dengan memilih siswa dari masing-masing kelas untuk menjadi pengurus Satgas.

Mereka akan berperan sebagai pelopor dalam mencegah tindak kekerasan di lingkungan sekolah, termasuk perundungan (bullying).

Sementara itu, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyoroti pentingnya peran keluarga dalam mencegah kekerasan sejak dari rumah.

Ia menegaskan, kekompakan antara orang tua dan anak merupakan kunci utama menciptakan lingkungan aman bagi anak.

“Kekerasan itu harus kita cegah dari rumah, dengan kekompakan antara ibu, ayah, dan anak-anak. Harus saling dengar, tidak bisa saling bantah-bantahan,” ujarnya dalam sambutannya.

Gusnar juga menyampaikan keprihatinannya atas maraknya kekerasan di kalangan pelajar. Ia meminta para siswa untuk tidak ragu melapor jika mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan.

Baca Juga: Gadis 16 Tahun Jadi Korban Kekerasan Seksual Empat Pria di Banggai

“Kekerasan di antara anak sekolah ini tidak boleh terjadi. Saya pesan ke anak-anak semua yang ada di sini, jika mengalami tindak kekerasan, silakan langsung dilaporkan dan selesaikan kasusnya sesegera mungkin,” pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi ini, menjadi bagian dari komitmen Pemprov Gorontalo dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman dan berdaya, melalui sinergi antara sekolah, pemerintah, dan keluarga.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar