PALU, theopini.id — Latihan Gabungan (Latgab) Brimob Gerilya Anti Gerilya (GAG) 2025 resmi ditutup, dengan penekanan kuat pada pentingnya ketahanan mental dan kesiapan psikis sebagai prasyarat utama bagi setiap personel dalam menghadapi tugas-tugas ekstrem di lapangan.
Komandan Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Kurniawan Tandi Rongre menyampaikan, kekuatan fisik saja tidak cukup. Ketahanan mental dan disiplin menjadi fondasi dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian, terutama dalam situasi penuh tekanan dan risiko tinggi.
Baca Juga: Dua SSK Brimob Polda Sulteng Dikerahkan Amankan PSU Pilkada Parimo
“Yang diuji bukan hanya otot, tapi juga pikiran dan keberanian kalian. Ketika situasi di lapangan tidak menentu, mental yang kuat akan menjadi penentu antara berhasil atau gagal,” ujar Kombes Kurniawan.
Ia menegaskan, pelatihan seperti ini harus dimaknai bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari pembentukan karakter personel Brimob yang adaptif dan tidak gentar menghadapi ancaman bersenjata maupun situasi darurat lainnya.
“Pelatihan ini adalah kawah candradimuka. Apa yang kalian hadapi selama dua minggu ini adalah simulasi dari tantangan nyata yang bisa terjadi kapan saja,” kata dia.
Latgab GAG 2025 berlangsung selama dua pekan dan diikuti oleh personel terpilih yang menjalani serangkaian latihan intensif di medan dengan tingkat kesulitan tinggi.
Fokus latihan mencakup taktik gerilya dan kontra-gerilya, manuver medan berat, serta penguatan koordinasi tim dalam operasi kontinjensi.
Tak hanya menekankan aspek teknis, latihan juga dirancang untuk mengasah insting, kontrol emosi, dan kepemimpinan personel di bawah tekanan.
Baca Juga: 200 Personel Satbrimob Polda Sulteng Siap Amankan PSU Pilkada Banggai
Upacara penutupan yang digelar di Lapangan Mako Satbrimob Polda Sulawesi Tengah ini, dihadiri oleh jajaran pejabat utama serta panitia pelaksana latihan, yang turut mendapat apresiasi atas kelancaran dan keberhasilan kegiatan.
Dengan mengusung semangat Bhakti Brimob Untuk Nusa dan Bangsa, latihan ini diharapkan mampu membentuk personel yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga stabil secara mental dan siap menjawab setiap tantangan tugas di masa depan.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar