Polda Sulteng dan FKUB Latih Penguatan Moderasi Beragama

PALU, theopini.id – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), melatih 150 personel Bhabinkamtibmas sebagai agen penguat toleransi di tingkat desa dan kelurahan.

Pelatihan ini, merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua lembaga dan digelar di Gedung Pogombo Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, di Kota Palu, Rabu, 30 Juli 2025.

Baca Juga: Operasi Patuh Tinombala, Polda Sulteng: Ribuan Pelanggaran, Keselamatan Masih Diabaikan

“Pemahaman moderasi beragama perlu disosialisasikan kepada masyarakat guna menangkal pemahaman yang intoleran, radikal, dan ekstrem,” tegas Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Sirajuddin Ramly, dalam sambutannya.

BACA JUGA:  MTQ ke-19 Parimo Jadi Momentum Penguatan Generasi Qur’ani dan Seni Islami

Menurutnya, Bhabinkamtibmas memiliki posisi strategis sebagai figur keamanan sekaligus mitra sosial masyarakat.

Kehadiran mereka yang menyatu di lingkungan desa dan kelurahan, dinilai mampu menjadi jembatan nilai-nilai toleransi serta keberagaman antarumat beragama.

Pelatihan ini, diikuti oleh perwakilan Bhabinkamtibmas dari 12 Polres jajaran Polda Sulawesi Tengah, dan menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan Indeks Toleransi di wilayah tersebut.

Selain memperkuat pemahaman dasar, peserta juga dibekali pendekatan dialogis dan teknik mediasi dalam menangani potensi konflik berbasis perbedaan keyakinan di masyarakat.

Baca Juga: Polda Sulteng Edukasi Pengendara dalam Operasi Patuh Tinombala 2025

BACA JUGA:  UAS Resmikan Pembangunan Masjid Ummu Ratna Sa'diyah di Kota Palu

“Harapannya, kegiatan ini dapat terus ditindaklanjuti di tingkat kabupaten dan kota, sehingga pemahaman moderasi benar-benar menyentuh akar rumput,” ujarnya.

Dengan meningkatnya kompetensi dan kapasitas pemahaman personel di lapangan, Polda Sulawesi Tengah berharap pendekatan keamanan yang humanis dan berlandaskan nilai-nilai toleransi bisa semakin dirasakan masyarakat luas.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar