JAKARTA, theopini.id – Pengembangan potensi lokal dan peningkatan kesejahteraan transmigran menjadi fokus utama pertemuan Bupati Sigi, Sulawesi Tengah, Mohamad Rizal Intjenae dengan Wakil Menteri Transmigrasi RI Viva Yoga Mauladi di Jakarta, Selasa, 2 Sepember 2025.
Pertemuan ini, merupakan tindak lanjut dari pembahasan sebelumnya pada 7 Agustus 2025 terkait percepatan pembangunan kawasan transmigrasi di Kabupaten Sigi.
Baca Juga: Kolaborasi dengan BGN, Kementrans Segera Bangun SPPG di 154 Kawasan Transmigrasi
“Jalan dan jembatan yang memadai akan membuka akses pasar dan memperlancar distribusi hasil panen petani,” ujar Bupati Rizal.
Ia menekankan, percepatan pengembangan Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Bulupountu di Desa Sidera dan UPT Lembantongoa di Desa Lembantongoa.
Keduanya, dinilai memiliki potensi besar di sektor pertanian yang mampu menopang kesejahteraan masyarakat transmigrasi dan sekitarnya.
Usulan prioritas yang diajukan, meliputi pembangunan serta rehabilitasi sarana air bersih, puskesmas pembantu, jalan, dan instalasi listrik.
Selain itu, pengadaan alat pertanian, bibit unggul (kopi, durian, kakao, jengkol), hingga penyediaan ternak kambing dan sapi juga menjadi perhatian utama Pemkab Sigi.
Di kawasan Lembantongoa, Bupati Rizal menyoroti potensi kopi lokal yang bahkan telah mendorong masyarakat transmigran asal Lampung mengusulkan festival kopi tahunan.
“Festival kopi ini diharapkan dapat menjadi agenda nasional sekaligus mengangkat produk unggulan daerah,” jelasnya.
Sementara di Bulupountu, potensi bawang batu dinilai layak dikembangkan menjadi produk bawang garing berbasis industri lokal agar memberi nilai tambah ekonomi masyarakat.
Menanggapi usulan itu, Wakil Menteri Transmigrasi RI Viva Yoga Mauladi menyatakan dukungan penuh. Ia menegaskan akan mengkolaborasikan program pengembangan komoditas unggulan dengan Kementerian Pertanian RI.
Baca Juga: Wamendes Paiman Ajak Masyarakat Investasi Saham di BUMDesa
“Tujuan pemberdayaan petani transmigrasi memang melekat pada tugas kami, namun kolaborasi dengan kementerian lain sangat penting agar hasilnya optimal,” katanya.
Ia juga menyoroti status Desa Lembantongoa yang masih tergolong daerah tertinggal meski memiliki produksi kopi potensial.
“Kami akan segera membahas secara detail wilayah transmigrasi Lembantongoa agar dapat keluar dari kategori daerah tertinggal,” tegasnya.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar