Pemprov Sulteng Percepat Pemerataan Akses Air Bersih

PALU, theopini.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng), berkomitmen mempercepat pemerataan akses air bersih bagi masyarakat di berbagai daerah.

Gubernur Anwar Hafid menegaskan, percepatan infrastruktur air bersih bukan hanya soal proyek, tetapi memastikan manfaatnya segera dirasakan warga.

Baca Juga: Hadirkan Akses Air Bersih, TMMD Kodim 1306/Kota Palu Bantu Warga Palasa

“Yang penting air cepat mengalir dan masyarakat bisa merasakan manfaatnya. Soal pendapatan nanti mengikuti, karena anggaran yang kita gunakan juga bersumber dari negara,” ujar Anwar Hafid saat menerima audiensi Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Sulawesi Tengah, Firman Aksara di ruang kerjanya, Rabu, 15 Oktober 2025.

Ia  menekankan agar pengelolaan air bersih dilakukan secara efisien, terpadu, dan berpihak pada pelayanan publik.

Ia juga meminta agar revisi Nota Kesepahaman (NK) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara pemerintah daerah dan Balai segera diselesaikan, sehingga pembagian kapasitas air dan mekanisme pengelolaan bisa lebih jelas antar wilayah.

“Kita ingin pengelolaan air ini satu arah dan sinkron, jangan sampai ada daerah yang kelebihan sementara yang lain kekurangan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPBPK Sulawesi Tengah, Firman Aksara memaparkan sejumlah proyek yang tengah berjalan, termasuk pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur dasar di berbagai wilayah.

Salah satunya, adalah penataan kawasan strategis Bahodopi di Morowali dengan nilai investasi sekitar Rp60 miliar, yang meliputi pembangunan drainase, jalan lingkungan, dan fasilitas umum di dua desa, yakni Baho Makmur dan Bahodopi.

Firman juga menjelaskan, perkembangan proyek SPAM Uveta berkapasitas 600 liter per detik, yang akan dikelola oleh Pemprov Sulteng melalui unit khusus.

Dari kapasitas tersebut, 450 liter per detik dialokasikan untuk Kota Palu dan 150 liter per detik untuk Kabupaten Sigi.

“Kami berkomitmen mempercepat proses serah terima aset agar air curah segera dimanfaatkan masyarakat,” kata Firman.

Baca Juga: Pemprov Sulteng dan Pemda Touna Kolaborasi Bangun Instalasi Air Minum di Batudaka

Selain itu, BPBPK juga telah menyelesaikan uji keandalan SPAM Oloboju, bagian dari sistem SPAM Pasigala pascagempa, yang kini berfungsi baik meski masih ada beberapa catatan teknis yang ditargetkan rampung akhir tahun ini.

Pertemuan tersebut, menghasilkan komitmen bersama antara Pemprov dan BPBPK untuk mempercepat pembangunan infrastruktur air bersih, sinkronisasi data kebutuhan daerah, serta membuka peluang investasi sektor pengelolaan air di wilayah Sulawesi Tengah.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar