Donggala Satukan Pendidikan dan Pemuda, Bangun SDM Lebih Terpadu

DONGGALA, theopini.id Pemerintah Daerah (Pemda) Donggala, Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya, memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui integrasi sektor pendidikan dan kepemudaan.

Dalam kebijakan baru, Dinas Pendidikan akan digabung dengan Dinas Pemuda dan Olahraga, menjadi langkah strategis menciptakan arah pembinaan generasi muda yang lebih terpadu.

Baca Juga: Pemda Donggala Tanamkan Cinta Budaya Lewat Edukasi Membatik Sejak Dini

“Pendidikan tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan pengembangan karakter dan potensi pemuda. Dengan penggabungan ini, arah pembangunan SDM Donggala akan lebih terarah dan menyatu,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Donggala, Rustam Efendi, Rabu, 15 Oktober 2025.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut bukan sekadar efisiensi birokrasi, tetapi upaya memperkuat sinergi antarbidang agar kebijakan daerah lebih efektif dan berdampak langsung.

Ia menilai, tantangan pembangunan SDM ke depan tidak hanya soal peningkatan kualitas pendidikan formal, tapi juga bagaimana menyiapkan generasi muda yang berdaya saing.

“Sekarang proses desk sedang berjalan untuk merinci pembagian tugas dan fungsi masing-masing bidang. Tujuannya agar tidak ada tumpang tindih di lapangan dan pelayanan publik tetap optimal,” katanya.

Sementara itu, Anggota Bapemperda DPRD Donggala, Moh Nur menyampaikan, pembahasan Peraturan Daerah (Perda) terkait perampingan OPD telah rampung dan tinggal menunggu asistensi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

“Begitu asistensi keluar, DPRD akan segera menggelar paripurna untuk pengesahan. Jadi dari sisi regulasi sudah hampir final,” jelasnya.

Menurutnya, penggabungan Dinas Pendidikan dengan Dinas Pemuda dan Olahraga merupakan salah satu poin penting dari restrukturisasi yang menyisakan 26 OPD dari total 35 yang ada sebelumnya.

Baca Juga: Semangat Bahasa Ibu Bergema dari Donggala

Langkah ini, dinilai akan memperkuat koordinasi lintas sektor dan menumbuhkan ekosistem kebijakan SDM yang lebih progresif.

Kebijakan integrasi ini diharapkan menjadi momentum reformasi birokrasi pendidikan di Kabupaten Donggala, tidak hanya efisien secara struktur, tetapi juga adaptif terhadap tantangan zaman serta mampu memaksimalkan peran pemuda sebagai motor pembangunan daerah.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar