DONGGALA, theopini.id — SDN 4 Banawa, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, terus menunjukkan komitmen nyata terhadap pendidikan inklusif dengan memberikan kesempatan belajar yang setara bagi semua anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.
Kepala SDN 4 Banawa, Nikmat menegaskan, sekolahnya tidak pernah menolak calon siswa hanya karena perbedaan kondisi fisik atau kesehatan.
Baca Juga: SDN 4 Banawa Komitmen Lestarikan Bahasa Kaili Lewat Pembelajaran Mulok
“Di sekolah kami tidak ada istilah dibeda-bedakan. Siapa pun anaknya, jika ingin bersekolah, tetap kami terima selama kuota masih memungkinkan,” ujar Nikmat saat ditemui di sekolahnya, Selasa, 14 Oktober 2025.
Ia menuturkan, prinsip tersebut dijalankan karena pendidikan merupakan hak setiap anak tanpa terkecuali.
Nikmat mencontohkan salah satu siswa dengan kondisi kesehatan khusus, di mana lambungnya harus disambungkan ke saluran pembuangan, yang tetap diterima bersekolah di SDN 4 Banawa.
“Kami kasihan jika anak-anak seperti itu ditolak. Ibunya juga sangat perhatian, sering datang ke sekolah untuk memastikan anaknya tidak ditinggal sendirian. Jadi selama ini selalu didampingi,” jelasnya penuh empati.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan, seluruh guru di SDN 4 Banawa berupaya menciptakan suasana belajar yang ramah, aman, dan nyaman bagi semua peserta didik.
Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping yang memahami kebutuhan setiap anak.
Baca Juga: SDN 4 Banawa Berhasil Tekan Angka Putus Sekolah Hingga Nyaris Nol Kasus
Ia berharap, langkah kecil yang dilakukan sekolahnya dapat menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lain di Kabupaten Donggala untuk lebih membuka diri terhadap anak-anak dengan kebutuhan khusus.
“Pendidikan itu hak semua anak. Tugas kami memastikan tidak ada yang tertinggal,” tegas Nikmat.
Baca berita lainnya di Google News
















