Tim SAR Lanjutkan Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Batusuya

DONGGALA, theopini.idTim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan jatuh ke laut akibat cuaca buruk di Perairan Batusuya, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, sejak Selasa, 4 November 2025.

Operasi ini, dipimpin langsung oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu, dengan melibatkan berbagai unsur gabungan dari aparat dan masyarakat pesisir.

Baca Juga: Dua Nelayan Hilang di Laut Tolitoli, Tim SAR Lakukan Pencarian Sejak Sabtu Dini Hari

“Kami telah mengerahkan seluruh potensi SAR di lapangan. Sejak pagi tim melakukan briefing kesiapan personel, peralatan, serta pembagian area pencarian sesuai dengan prosedur operasi standar Basarnas,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Moh. Rizal, SH, Rabu.

BACA JUGA:  Semarakkan HUT ke-53 KOPRI, DKIPS Sulteng Gelar Lomba Karaoke

Ia menjelaskan, operasi pencarian dimulai pukul 07.30 WITA, menggunakan RIB (Rigid Buoyancy Boat), perahu karet, dan perahu nelayan untuk menyisir sejumlah titik koordinat di sekitar 0°24’50.83″S – 119°45’36.25″E, berjarak sekitar 57 kilometer arah barat laut dari Kantor Basarnas Palu.

Korban diketahui bernama Aldo (33), seorang nelayan asal Desa Batusuya yang terjatuh dari kapal saat memancing akibat gelombang tinggi. Upaya pencarian oleh nelayan dan warga setempat, sehari sebelumnya belum membuahkan hasil.

“Cuaca di lokasi cukup ekstrem dengan gelombang tinggi dan angin kencang. Namun, kami tetap melakukan penyisiran laut dan pantai sesuai rencana operasi yang sudah ditetapkan,” tambah Rizal.

Operasi ini, melibatkan berbagai unsur, antara lain Tim Rescue KPP Palu, ABK RBB, Polair, Babinsa, BPBD Donggala, pemerintah desa, dan nelayan setempat.

BACA JUGA:  Ketua YKB Sulteng Letakan Batu Pertama Rehab Gedung TK Kemala Bhayangkari

Selain penyisiran laut, tim juga melakukan pencarian darat sepanjang pesisir dengan radius sekitar tiga kilometer dari titik kejadian.

Ia juga mengimbau, masyarakat nelayan untuk memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut, mengingat tingginya risiko keselamatan di perairan Sulawesi Tengah beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Pencarian Dua Nelayan Hilang di Perairan Laulalang Resmi Dihentikan

“Kami mengingatkan para nelayan agar selalu memantau informasi cuaca dari BMKG dan memastikan kesiapan alat keselamatan sebelum berangkat melaut,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih terus dilanjutkan dan akan dievaluasi berdasarkan kondisi cuaca serta perkembangan di lapangan.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar