PALU, theopini.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) menegaskan, pentingnya peran FKUB dalam memperkuat deteksi dini dan mencegah potensi konflik sosial berbasis isu keagamaan.
“Kerukunan tidak boleh hanya dijaga ketika masalah muncul, tetapi harus dicegah sejak dini. FKUB punya peran strategis dalam membangun komunikasi antarumat untuk mencegah gesekan sosial,” ujar Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido saat menerima silaturahmi Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di ruang kerjanya, Senin, 17 November 2025.
Baca Juga: FKUB Sulteng Ajak Masyarakat Tangkal Radikalisme Lewat Media Sosial
Ia menyampaikan apresiasi atas upaya FKUB menjaga ruang dialog di masyarakat, serta menekankan komitmen pemerintah daerah mendukung penguatan peran forum tersebut.
Reny juga mengingat kembali kehadirannya dalam peresmian Vihara Karuna Dipa, yang menurutnya menjadi simbol toleransi dan kedekatan antar komunitas.
“Saat peresmian vihara itu, saya bertemu sahabat lama dari etnis Tionghoa. Momen seperti itu menunjukkan betapa pentingnya hubungan lintas budaya,” katanya.
Sementara itu, Ketua FKUB Sulawesi Tengah, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag melaporkan, program kerja FKUB sepanjang tahun 2025, termasuk upaya mediasi dan dialog komunitas.
Ia menegaskan, FKUB Sulawesi Tengah siap memperkuat kemitraan dengan pemerintah untuk meminimalkan potensi konflik di tingkat masyarakat.
“Kami berkomitmen memperluas ruang dialog dan memperkuat jejaring agar setiap dinamika masyarakat bisa ditangani sebelum menjadi konflik,” ujar Prof. Zainal.
Baca Juga: FKUB Sulteng Ajak Warga Kibarkan Merah Putih di HUT ke-80 RI
Dalam audiensi tersebut, Prof. Zainal juga mengundang Wagub Reny menghadiri kegiatan Pusat Kerukunan Beragama yang akan berlangsung pada 21–22 November 2025 di Kota Palu, termasuk agenda ramah tamah sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.
Menanggapi itu, Wagub Reny menyatakan kesediaannya hadir dan berharap kolaborasi FKUB–Pemprov Sulawesi Tengah dapat menjadi fondasi kuat, dalam menciptakan ruang sosial yang harmonis, inklusif, dan tangguh terhadap potensi intoleransi.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar