PARIMO, theopini.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah mulai menyiapkan langkah revitalisasi Sentra Industri Kecil Menengah (SIKIM) Avolua, Kecamatan Parigi Utara, sebagai upaya menghidupkan kembali industri pengolahan kelapa dan mendorong ekonomi lokal.
Bupati Parimo, H Erwin Burase mengatakan, rencana tersebut mendapat respons positif dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) usai pertemuan di Jakarta. Bahkan, pemerintah daerah diminta segera menyampaikan usulan resmi terkait pengaktifan kembali SIKIM Avolua.
Baca Juga: Bangunan SIKIM yang Terbengkalai di Avulua Jadi Sorotan
“Bappenas meminta kita secepatnya memasukkan usulan dengan menjabarkan dampak jika SIKIM diaktifkan kembali. Rencananya, minggu depan akan kita presentasikan,” ujar Erwin di Parigi, Selasa, 20 Januari 2026.
Ia menjelaskan, keberadaan SIKIM Avolua masih sangat strategis mengingat Parigi Moutong merupakan salah satu daerah penghasil kelapa terbesar di Sulawesi Tengah. Revitalisasi sentra tersebut, diharapkan mampu menghidupkan kembali rantai ekonomi dari hulu hingga hilir.
“Kalau SIKIM ini kembali aktif, bukan hanya pengolahan kelapa yang berjalan, tetapi juga membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan petani,” jelasnya.
Pantauan di lapangan, SIKIM Avolua yang berlokasi di Desa Avolua saat ini terlihat minim aktivitas dan terkesan terbengkalai.
Padahal, sentra industri tersebut awalnya dirancang sebagai pusat pengolahan industri kecil berbasis kelapa untuk mendorong ekonomi masyarakat sekitar.
Baca Juga: Pemda Parimo Tinjau Kembali Kerja Sama Pengelolaan SIKIM di Avolua
Selain menghasilkan produk turunan kelapa, SIKIM juga ditargetkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dengan rencana revitalisasi ini, Pemda Parimo berharap SIKIM Avolua kembali berfungsi sebagai sentra industri kecil yang produktif dan berkelanjutan.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar