PARIMO, theopini.id – Kepala Satpol PP dan Damkar Parigi Moutong (Parimo), Nur Srikandi Puja, mengeluhkan tidak berfungsinya sejumlah jaringan hydrant di seputaran Kota Parigi yang dinilai sangat menghambat upaya penanganan kebakaran.
Ia menegaskan, keberadaan dan fungsi hydrant sangat dibutuhkan petugas pemadam kebakaran, khususnya untuk penanganan kebakaran di wilayah perkotaan.
Baca Juga: Polisi Pastikan Investigasi Menyeluruh Usai Kebakaran Menara Scrubber PT SLNC
“Persoalan hydrant ini sudah sering kami laporkan ke dinas terkait, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut,” ujar Nur Srikandi Puja dalam rapat koordinasi lintas OPD Pemerintah Daerah (Pemda) Parimo terkait kesiapsiagaan dan antisipasi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Ruang Crisis Center Pusdalops BPBD Parimo, Selasa, 26 Desember 2026.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang diterimanya, sejumlah hydrant yang berada di seputaran Kota Parigi tidak berfungsi dengan baik, sehingga tidak mendukung upaya pemadaman kebakaran secara cepat dan efektif.
Akibat kondisi tersebut, personel pemadam kebakaran terpaksa mengambil air dari sungai saat terjadi kebakaran, yang dinilai tidak efisien dan berisiko memperlambat penanganan di lapangan.
“Kalau kita ingin bersinergi, maka mari bersama-sama memperbaiki apa yang sudah ada,” katanya.
Sementara itu, terkait upaya antisipasi dan penanganan kebakaran hutan dan lahan, Nur Srikandi juga mengakui pihaknya masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana pendukung, terutama peralatan yang mampu menjangkau wilayah pegunungan.
Saat ini, Satpol PP dan Damkar Parimo hanya memiliki satu unit armada pemadam roda tiga, yang dinilai kurang efektif untuk penanganan karhutla karena keterbatasan fungsi dan kapasitas penampungan air.
Baca Juga: Polres Banggai Fokus Identifikasi Korban Kebakaran Kapal KM Maryam Indah
“Dengan keterbatasan armada dan personel, penanganan karhutla hanya bisa dilakukan sesuai kemampuan jangkauan yang ada,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini posko pemadam kebakaran masih tersedia di beberapa kecamatan serta di markas komando, yang dapat dihubungi masyarakat melalui layanan call center jika terjadi kebakaran.
Baca berita lainnya di Google News








Komentar