PARIMO, theopini.id — Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah menaruh harapan besar pada peran Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) sebagai mitra strategis dalam menjaga kerukunan umat beragama, sekaligus membantu penanganan persoalan sosial di daerah.
“BAMAG bukan hanya wadah pemersatu gereja lintas denominasi, tetapi juga mitra pemerintah dalam memperkuat toleransi, menjaga kerukunan, dan ikut menjawab persoalan sosial di tengah masyarakat,” kata Wakil Bupati Parimo, H Abdul Sahid saat membuka Pelantikan Pengurus BAMAG Periode 2025–2029 di Gereja GPID Bethel Parigi, Rabu, 28 Januari 2028.
Baca Juga: Wabup Samuel Hadiri Rakor Penanganan Masalah Sosial
Ia menegaskan, sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah daerah menjadi kunci terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dan sejahtera.
Menurutnya, BAMAG diharapkan mengambil peran aktif melalui pendekatan keagamaan dan pembinaan spiritual yang berkelanjutan.
Ia menyebut sejumlah persoalan sosial yang masih membutuhkan perhatian bersama, seperti penyalahgunaan minuman keras dan narkoba, kenakalan remaja, hingga kekerasan dalam rumah tangga.Peran gereja, lanjutnya, sangat strategis dalam membangun kesadaran moral dan nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.
Pemda Parimo, kata Abdul Sahid, berkomitmen membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan seluruh elemen keagamaan demi mendorong pembangunan yang inklusif, berkeadilan, serta berlandaskan nilai keimanan dan kearifan lokal.
Baca Juga: Atasi Pandemi Covid-19, Pemerintah Terus Upayakan Perlindungan Sosial
Pelantikan Pengurus BAMAG Periode 2025–2029 ini, diharapkan menjadi momentum penguatan peran gereja dalam menjaga stabilitas sosial serta mendukung agenda pembangunan daerah.Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jemaat Gereja GPID Bethel Parigi.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar