PALU, theopini.id – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido menegaskan, keterbatasan fiskal daerah menjadi tantangan utama pembangunan infrastruktur.
Olehnya, kolaborasi dengan asosiasi jasa konstruksi seperti GAPENSI dinilai krusial, untuk mendorong percepatan pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga: Gapensi Diajak Berperan Aktif Jawab Tantangan Fiskal Pemprov Sulteng
“Bukan hanya ratusan miliar, kebutuhan infrastruktur kita mencapai triliunan rupiah. Postur APBD Sulawesi Tengah masih sangat terbatas, sementara sebagian besar belanja negara kini berada di kementerian melalui APBN,” ujar Reny saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) BPD GAPENSI Sulawesi Tengah Tahun 2026 di Kota Palu, Senin, 9 Februari 2026.
Ia menjelaskan, pemerintah provinsi terus berupaya memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat agar proyek-proyek strategis di Sulawesi Tengah dapat memperoleh dukungan anggaran nasional.
Di tengah keterbatasan tersebut, kata dia, Pemprov Sulawesi Tengah tetap memprioritaskan program-program pro rakyat yang tergabung dalam sembilan program unggulan Berani, khususnya Berani Cerdas dan Berani Sehat.
Program Berani Cerdas telah memberikan beasiswa kepada lebih dari 23 ribu mahasiswa asal Sulawesi Tengah, termasuk mahasiswa kedokteran dengan biaya pendidikan tinggi.
Sementara Berani Sehat, memastikan pelayanan kesehatan tetap diberikan meski warga tidak memiliki BPJS aktif.
“Sudah lebih dari 135 ribu pasien kita layani melalui Berani Sehat. Bahkan ratusan pasien kanker yang sebelumnya tidak tertangani kini bisa mendapatkan pengobatan hingga sembuh,” ungkapnya.
Menurut Reny, keberlanjutan program sosial tersebut harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur, meski dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.
Rakerda GAPENSI tahun ini, mengusung tema Kolaborasi Mewujudkan Program Berani Sulteng untuk Infrastruktur yang Berkelanjutan, sebagai upaya memperkuat peran dunia jasa konstruksi dalam pembangunan daerah.
Baca Juga: Kuota Bantuan Pangan di Gorontalo Turun Drastis, Warga Diminta Memahami Kondisi Fiskal
Sementara itu, Ketua BPD GAPENSI Sulawesi Tengah, Hj. Salmah Rahman, menyebut Rakerda menjadi momentum strategis untuk menghadapi dinamika regulasi sektor konstruksi, sekaligus memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan Sulteng Nambaso.
Baca berita lainnya di Google News








Komentar