PARIMO, theopini.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah memastikan pengawasan ketat terhadap peserta program magang di luar daerah.
Dua calon peserta magang asal Kabupaten Parimo dipulangkan karena sakit, saat menjalani pelatihan di LPK Kessaku Indonesia, Karawang, Jawa Barat.
“Kami ingin memastikan langsung kondisi anak-anak kita di sini, baik dari segi kesehatan, kesiapan pelatihan, maupun fasilitas yang mereka terima,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Parimo, Zulfinasran A Tiangso dihubungi, Minggu, 22 Februari 2026.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak sekadar melepas peserta magang, tetapi terus memantau perkembangan mereka selama mengikuti pelatihan.
“Kami bertanggung jawab untuk memastikan mereka dalam kondisi baik. Jika ada yang mengalami kendala kesehatan, tentu harus segera ditangani,” tegasnya.
Dalam kunjungan ke LPK Kessaku Indonesia, Zulfinasran didampingi Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Abdul Malik. Kunjungan tersebut, dilakukan guna memastikan seluruh peserta mendapatkan fasilitas yang layak serta pendampingan maksimal.
Plt Kadis Nakertrans Abdul Malik menjelaskan, dua calon peserta magang dipulangkan ke Kabupaten Parimo karena faktor kesehatan dan belum memungkinkan melanjutkan pelatihan.
“Dua peserta kita pulangkan karena faktor kesehatan. Ini demi keselamatan dan pemulihan mereka. Setelah sembuh, tentu akan kita evaluasi kembali untuk peluang berikutnya,” jelasnya.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada peserta program peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pemda Parimo menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program magang, sekaligus memastikan setiap peserta memperoleh perhatian, keamanan, dan pendampingan selama menjalani pelatihan di luar daerah.
Baca berita lainnya di Google News















