PARIMO, theopini.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah terus memperkuat langkah menuju daerah bebas rabies dengan menggencarkan vaksinasi hewan penular rabies (HPR) serta membangun kolaborasi lintas lembaga.
Hingga Februari 2026, ribuan hewan peliharaan telah mendapatkan vaksin sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan masyarakat.
“Vaksinasi rabies adalah langkah paling efektif untuk mencegah penularan dan mengurangi risiko kematian akibat rabies,” tegas Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DISPKH) Parimo, I Wayan Purna, Senin, 23 Februari 2026.
Ia menjelaskan, rabies merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia melalui gigitan, cakaran, maupun kontak dengan air liur hewan terinfeksi.
Hewan penular rabies yang paling umum adalah anjing, kucing, dan kera. Karena itu, vaksinasi dinilai bukan hanya melindungi hewan peliharaan, tetapi juga menjadi investasi kesehatan bagi keluarga dan lingkungan sekitar.
Data Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner mencatat, sejak Juni 2025 hingga Februari 2026, sebanyak 10.183 ekor hewan telah divaksin di Kabupaten Parimo.
Rinciannya, 4.174 ekor anjing, 3.008 ekor kucing, dan 1 ekor kera. Capaian tersebut, menjadi bagian dari target besar mewujudkan Kabupaten Parimo bebas rabies.
Selain vaksinasi massal, DISPKH Parimo juga memperkuat pencegahan melalui kerja sama dengan Yayasan JAAN Kesejahteraan Hewan berdasarkan perjanjian tertanggal 23 Oktober 2025.
Kolaborasi itu, mencakup penguatan vaksinasi anjing dan kucing, pengendalian penyakit zoonosis lain, penghentian perdagangan anjing untuk konsumsi, hingga penguatan legislasi dan penegakan hukum terhadap perdagangan ilegal hewan.
Wayan Purna menegaskan, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat.
Warga diimbau melakukan vaksinasi rabies minimal satu kali setiap tahun, tidak membiarkan hewan peliharaan berkeliaran bebas, serta segera melaporkan hewan dengan gejala rabies seperti agresif, air liur berlebihan, takut air, atau perubahan perilaku.
Jika terjadi gigitan, masyarakat diminta segera mencuci luka menggunakan sabun dan air mengalir selama 15 menit, lalu mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
“Dengan vaksinasi rutin dan kepedulian bersama, kita bisa mewujudkan Parigi Moutong yang aman, sehat, dan bebas rabies,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar