PARIMO, theopini.id — Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DisKopUKM) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah mencatat laporan perkembangan pembangunan gerai Koperasi Merah Putih dari desa dan kelurahan masih sangat terbatas.
Dari total 283 desa dan kelurahan, baru 13 yang menyampaikan laporan progres pembangunan kepada dinas terkait.
Kepala Bidang Kelembagaan DisKopUKM Parimo, Mispa H Tama Bonto mengatakan, laporan perkembangan pembangunan gerai koperasi direkap secara berkala setiap minggu.
“Dari 283 desa dan kelurahan, yang sudah melaporkan ke kami baru 13 desa. Laporan itu direkap setiap minggu, progresnya bervariasi, ada yang sekitar 50 persen dan ada juga yang sekitar 17 persen,” ujarnya saat ditemui, Selasa, 10 Maret 2026.
Ia menjelaskan, berdasarkan laporan terakhir pada pekan lalu, pembangunan yang telah melampaui 50 persen baru terdapat di satu desa, yakni Desa Olo Baru, Kecamatan Parigi Selatan.
Meski demikian, kata dia, kondisi di lapangan tidak selalu sama dengan laporan yang masuk. Sejumlah desa diketahui telah memulai pembangunan, namun belum menyampaikan laporan resmi kepada dinas.
“Ada desa yang belum masuk laporannya, tetapi di lapangan pembangunan sudah berjalan. Kami melihat dari dokumentasi foto yang dikirim, progresnya terus berkembang setiap hari,” katanya.
Mispa menambahkan, lambatnya pelaporan juga dipengaruhi dinamika kelembagaan di tingkat desa. Beberapa desa melakukan perubahan pengurus koperasi, sehingga laporan perkembangan pembangunan masih menunggu pembaruan dari pengurus baru.
Selain itu, terdapat 28 pendamping bisnis yang disiapkan untuk membantu pengembangan koperasi desa.
Namun hingga kini, para pendamping tersebut belum dapat bekerja secara maksimal karena masih menunggu surat keputusan (SK) penempatan.
“Tahun lalu penempatannya silang atau berjauhan antar kecamatan sehingga kurang efektif. Karena itu kami mengusulkan agar penempatan diatur kembali dari daerah ke provinsi,” jelasnya.
Menurutnya, pola penempatan yang lebih dekat dengan wilayah kerja akan membuat pendamping lebih efektif, dalam memberikan pembinaan kepada koperasi desa.
Ia mencontohkan, pendamping yang berasal dari wilayah Parigi diharapkan dapat difokuskan untuk mendampingi desa-desa di Kecamatan Parigi maupun Parigi Barat.
“Kontrak awalnya tiga bulan, kemudian diperpanjang karena mereka berasal dari program kementerian yang melekat di provinsi. Sementara di daerah, kami melakukan pengawasan berdasarkan laporan yang mereka sampaikan,” katanya.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar