PARIMO, theopini.id — Dinas Perhubungan (Dishub) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah menyiagakan sekitar 50 personel di sejumlah pos pengamanan dan pelayanan, selama periode mudik Lebaran 2026, untuk membantu pengaturan arus lalu lintas di wilayah tersebut.
“Pelaksanaan mudik Lebaran tahun ini kita lakukan bersama stakeholder dan ini juga merupakan perintah langsung dari pemerintah pusat,” ujar Kepala Dishub Parimo, Ir Lewis saat ditemui di kantornya, Senin, 16 Maret 2026.
Ia menjelaskan, personel Dishub ditempatkan di sejumlah simpul transportasi, tersebar hampir di seluruh kecamatan yang menjadi jalur pergerakan pemudik.
Beberapa pos yang disiapkan antara lain Pos Pelayanan Toboli, Pos Pengamanan Harison, Pos Pengamanan Boyantongo, Pos Pengamanan Tolai, Pos Pelayanan Moutong, Pos Pengamanan Lambunu, Pos Pengamanan Mepanga, Pos Pengamanan Palasa, Pos Pengamanan Tinombo, Pos Pengamanan Kasimbar, serta Pos Pengamanan Ampibabo.
Dari total 50 personel yang dikerahkan, sebanyak 30 orang ditempatkan di Pos Toboli, Harison, Boyantongo, dan Tolai.
Sementara 18 personel lainnya, disiagakan di Pos Moutong, Lambunu, Mepanga, Tinombo, dan Kasimbar.
Lewis menambahkan, petugas di pos-pos tersebut tidak hanya memantau arus kendaraan, tetapi juga melakukan pengaturan lalu lintas di titik keramaian, termasuk di area pasar.
Menurutnya, pergerakan pemudik di wilayah Parigi Moutong mulai terlihat sejak 13 Maret 2026, terutama di sejumlah titik seperti Toboli, Sausu, Moutong, dan Kasimbar.
“Biasanya menjelang berbuka puasa sampai setelah salat tarawih arus kendaraan sedikit lebih lambat, terutama di sekitar pasar dan jalan trans,” jelasnya.
Ia menyebut, perlambatan arus kendaraan umumnya dipicu oleh aktivitas masyarakat di sekitar jalan, seperti kepulangan siswa dari sekolah, kegiatan ibadah, hingga aktivitas berbuka puasa bersama.
Meski demikian, hingga saat ini pihaknya belum menerapkan rekayasa lalu lintas karena kondisi arus kendaraan masih terpantau normal.
“Yang pasti di setiap simpul strategis anggota kami tetap disiagakan, seperti di Pasar Tolai dan Pasar Tinombo untuk mengatur lalu lintas,” katanya.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar