Satgas PHL Parimo Siapkan Operasi Penertiban Tambang Emas Ilegal

PARIMO, theopini.id – Satuan Tugas Penegakan Hukum Lingkungan (Satgas PHL) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, kembali menyiapkan langkah penertiban aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dengan skema operasi tertutup.

“Langkah penindakan harus dilakukan secara tertutup agar operasi tidak bocor. Kalau dipublikasikan jadwalnya, dikhawatirkan operasi tidak berhasil. Jadi langkahnya memang dilakukan secara senyap,” tegas Sekretaris Satgas PHL Parimo, Muhammad Idrus, saat dikonfirmasi melalui panggilan WhatsApp, belum lama ini.

Rencana penindakan tersebut, kembali diagendakan menyusul adanya laporan aktivitas alat berat yang kembali beroperasi di sejumlah titik, termasuk Desa Torono, Kecamatan Sausu.

Idrus mengungkapkan, tim saat ini tengah mematangkan persiapan sebelum turun ke lapangan, baik dari sisi teknis maupun administratif.

“Rencananya bulan April 2026 ini, kita mau turun lapangan lagi. Kami sedang menunggu stabilitas anggaran operasional,” ujarnya.

Selain faktor anggaran, Satgas juga melakukan konsolidasi internal untuk menyamakan persepsi, terutama dengan adanya personel baru dalam tim.

Penindakan ini, merupakan tindak lanjut dari pemantauan yang telah dilakukan sejak Februari 2026 di sejumlah lokasi, salah satunya Desa Tombi, Kecamatan Ampibabo.

Satgas PHL juga telah berkoordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH), serta Gakkum Kehutanan dalam menyiapkan langkah penertiban.

Meski demikian, Idrus menegaskan, detail teknis operasi tidak dapat dipublikasikan, demi menjaga efektivitas penindakan di lapangan.

Berdasarkan data yang dihimpun, aktivitas tambang ilegal di wilayah Sausu dan Ampibabo sempat dilaporkan berhenti pada akhir bulan Ramadan. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan adanya aktivitas kembali di beberapa titik.

Laporan tersebut, kata dia, telah menjadi catatan serius bagi Satgas PHL untuk segera ditindaklanjuti.

Sebelumnya, pada Februari 2026, Satgas juga telah mengidentifikasi keberadaan alat berat di wilayah Ampibabo. Namun, realisasi penertiban masih bergantung pada kesiapan anggaran serta strategi pengamanan di lapangan.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar