PALU, theopini.id – Gubernur Sulawesi Tengah, H Anwar Hafid menekankan, pentingnya membangun pendidikan yang tidak hanya fokus akademik, tetapi juga karakter dan akhlak peserta didik, melalui pendekatan spiritual dan kedekatan dengan masjid.
“Semua masjid di muka bumi ini adalah rumah Allah. Banyak sekali contoh soal janji Allah, dimana satu negara yang melaksanakan perintah Allah ini dengan istiqomah, Allah menepati janjinya,” ujar Gubernur Anwar Hafid saat memimpin retret kepala sekolah di Masjid Raya Baitul Khairaat, Sabtu, 4 Maret 2026.
Ia menekankan, keberkahan akan hadir bagi daerah yang masyarakatnya memakmurkan rumah ibadah.
Ia mendorong sekolah untuk aktif mengajak siswa melaksanakan salat berjamaah, serta membiasakan diri dengan nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi pendidikan karakter.
“Ajarkan anak-anak untuk sholat berjamaah. Bikin kreativitas, tidak usah takut,” katanya.
Gubernur Anwar Hafid juga mengingatkan, tantangan pendidikan tidak bisa hanya diatasi dengan pendekatan rasional. Doa dan ketergantungan kepada Tuhan, menjadi kunci utama dalam menghadapi persoalan perilaku dan perkembangan siswa.
“Bapak-bapak tidak mungkin bisa menyelesaikan banyak masalah terutama anak-anak ini jika bukan karena Allah,” ungkapnya.
Selain itu, Anwar Hafid menegaskan, pendidikan tidak boleh diwarnai kekerasan, tetapi harus mengedepankan akhlak, keteladanan, dan doa sebagai pondasi utama.
“Tidak ada metode pendidikan dengan kekerasan, yang ada hanya dengan akhlak, dengan doa,” tegasnya.
Dalam kesempatan ini, ia juga memperkenalkan penguatan program “Sulteng Mengaji” sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang dekat dengan Al-Qur’an.
Ia optimistis, dengan sinergi pendidikan dan nilai keagamaan, masa depan pendidikan di Bumi Tadulako akan semakin baik.
“Insya Allah pendidikan di Sulawesi Tengah ini akan maju, mulai dari masjid, mulai dari rumah-rumah ibadah,” pungkasnya.
Retret kepala sekolah ini, dirancang sebagai strategi membangun “Sulteng Berkah”, yakni Sulawesi Tengah yang maju secara material sekaligus kuat secara spiritual.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar