the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Headline

Tambang Nikel Tutup Picu PHK dan Lumpuhkan UMKM di Morut

the OPINIbythe OPINI
20 April 2026
in Headline
Reading Time: 5 mins read
the OPINIbythe OPINI
20 April 2026
in Headline
Reading Time: 5 mins read
Tambang Nikel Tutup Picu PHK dan Lumpuhkan UMKM di Morut

Seorang pelaku UMKM berdiri di depan kandang ayam miliknya di Desa Towara, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, Minggu (19/4/2026). Usaha ternak ayam yang dijalankannya terdampak penurunan daya beli masyarakat setelah aktivitas tambang nikel di wilayah tersebut berhenti. (Foto: IST)

Baca Juga

Banjir Putuskan Akses Air, Warga Toboli Barat Dapat 360 Batang Pipa

Hadiri Konkerkab PGRI Parimo, Hadianto Harap Lahirkan Rekomendasi Terukur

Pengawasan Temukan Sopir Agen Naikkan Harga LPG 3 Kg di Parimo

MORUT, theopini.id – Penutupan pertambangan nikel di Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah memicu dua dampak besar sekaligus, yakni pemutusan hubungan kerja (PHK) ribuan karyawan dan lumpuhnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergantung pada aktivitas tambang.

“Kami telah merasakan dampak saat perusahaan berhenti beraktivitas pada Januari 2026 sampai saat ini,” kata Zulkifli (40), mantan pekerja tambang, Minggu, 19 April 2026.

Ia menjelaskan, sebelum tambang berhenti, penghasilan dari bekerja di perusahaan cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, bahkan masih bisa menabung dan membangun usaha kecil. Namun kini, seluruh karyawan telah di-PHK.

“Gaji kami masih ada yang belum dibayarkan, termasuk satu bulan gaji dan tunjangan hari raya (THR),” ungkapnya.

Ia menyebut PHK dilakukan sejak 1 Maret 2026 tanpa pemberitahuan sebelumnya. Selain itu, pekerja juga belum menerima kompensasi PHK sebesar 0,5 kali masa kerja, serta iuran BPJS Ketenagakerjaan yang menunggak hingga satu tahun, meskipun gaji mereka tetap dipotong.

“Padahal gaji kami tetap dipotong,” ujarnya.

Untuk menuntut hak, para mantan pekerja bahkan menyegel aset perusahaan di lokasi tambang. Mereka menilai aset tersebut cukup untuk membayar seluruh kewajiban perusahaan kepada karyawan.

“Untuk bertahan hidup, saya sekarang hanya bekerja serabutan, seperti pekerjaan bangunan harian,” katanya.

Diketahui, ribuan pekerja PT Hillcon Jaya Shakti di site PT Keinz Ventura Morowali Utara terdampak PHK sejak 1 Maret 2026. Bahkan, sebagian hak pekerja sejak Februari 2026, termasuk THR Lebaran, belum dibayarkan.

Menanggapi itu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor menyatakan akan segera mengirim tim untuk menginvestigasi dugaan pelanggaran tersebut.

Pemerintah menegaskan kewajiban perusahaan, seperti pembayaran gaji, THR, dan iuran BPJS Ketenagakerjaan, harus segera dipenuhi.

Kementerian Ketenagakerjaan juga akan menurunkan tim investigasi ke lapangan, untuk memastikan penyelesaian kasus dan perlindungan hak pekerja berjalan sesuai ketentuan.

Efek Domino PHK, UMKM Kehilangan Pasar

Dampak PHK tersebut, kemudian menekan sektor UMKM di sekitar tambang yang selama ini hidup dari aktivitas karyawan.

“Saat ini, UMKM sekitar tambang hidup dari aktivitas karyawan di perusahaan,” kata pedagang ayam potong Muhammad Arif di Desa Towara, Kecamatan Petasia Timur, Minggu.

Ia menjelaskan, penurunan daya beli masyarakat terjadi sejak gelombang PHK, yang berujung pada merosotnya pendapatan pelaku usaha kecil.

Sebelum PHK, Arif mampu menjual 10–15 ekor ayam potong per hari dengan harga Rp75 ribu per ekor. Namun kini, ia hanya mampu menjual 1–2 ekor per hari dengan harga turun menjadi Rp70 ribu per ekor.

“Penurunan daya beli masyarakat yang sangat signifikan,” ujarnya.

Di tengah kondisi tersebut, Arif juga menyoroti minimnya intervensi pemerintah dan perusahaan terhadap UMKM.

“Kami berharap adanya intervensi bantuan dari Pemkab atau pemerintah desa dan pihak perusahaan, untuk membantu pengembangan usaha kecil,” kata dia.

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #KabupatenMorut#Kemenaker#Sulteng#YayasanKOMIU
ShareSendTweet
Previous Post

Sidak RSUD Anuntaloko Parigi, DPRD Parimo Dorong Percepatan Perbaikan Fasilitas

Next Post

Pemprov Sulteng Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Tekan Angka Stunting

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Bupati Parimo Salurkan Bantuan Beras dan Perlengkapan Dapur untuk Korban Banjir Bandang Avolua

Bupati Parimo Salurkan Bantuan Beras dan Perlengkapan Dapur untuk Korban Banjir Avolua

5 September 2026
Jemput Bola hingga Pelosok, Dukcapil Parimo Usulkan Starlink Atasi Kendala Jaringan

Jemput Bola hingga Pelosok, Dukcapil Parimo Usulkan Starlink Atasi Kendala Jaringan

5 September 2026
Bupati Erwin: Guru Harus Beriringan dengan Perkembangan Teknologi

Bupati Erwin: Guru Harus Beriringan dengan Perkembangan Teknologi

5 September 2026
Pemulangan Febrianti Terkendala Laporan, Disnakertrans Parimo Dorong Segera ke BP3MI

Pemulangan Febrianti Terkendala Laporan, Disnakertrans Parimo Dorong Segera ke BP3MI

4 September 2026
Dinas Ketapang Parimo Sosialisasikan Konsumsi Pangan B2SA dan Stop Boros Pangan kepada Siswa SD

Dinas Ketapang Parimo Sosialisasikan Konsumsi Pangan B2SA dan Stop Boros Pangan kepada Siswa SD

4 September 2026
Naskah Akademis Rampung, Revisi RTRW Parimo Bersiap Masuk Tahap Harmonisasi

Naskah Akademis Rampung, Revisi RTRW Parimo Bersiap Masuk Tahap Harmonisasi

3 September 2026

ARTIKEL TERKINI

Banjir Putuskan Akses Air, Warga Toboli Barat Dapat 360 Batang Pipa

Banjir Putuskan Akses Air, Warga Toboli Barat Dapat 360 Batang Pipa

5 September 2026
Hadiri Konkerkab PGRI Parimo, Hadianto Harap Lahirkan Rekomendasi Terukur

Hadiri Konkerkab PGRI Parimo, Hadianto Harap Lahirkan Rekomendasi Terukur

5 September 2026
Pengawasan Temukan Sopir Agen Naikkan Harga LPG 3 Kg di Parimo

Pengawasan Temukan Sopir Agen Naikkan Harga LPG 3 Kg di Parimo

5 September 2026
Bupati Parimo Salurkan Bantuan Beras dan Perlengkapan Dapur untuk Korban Banjir Bandang Avolua

Bupati Parimo Salurkan Bantuan Beras dan Perlengkapan Dapur untuk Korban Banjir Avolua

5 September 2026
Jemput Bola hingga Pelosok, Dukcapil Parimo Usulkan Starlink Atasi Kendala Jaringan

Jemput Bola hingga Pelosok, Dukcapil Parimo Usulkan Starlink Atasi Kendala Jaringan

5 September 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Pemda Parimo Dorong Pesantren Perkuat Benteng Moral Generasi Muda

Pemda Parimo Dorong Pesantren Perkuat Benteng Moral Generasi Muda

5 September 2026
Sri Suparni Bahlil Tekankan Peran Perempuan dalam Edukasi Hemat Listrik

Sri Suparni Bahlil Tekankan Peran Perempuan dalam Edukasi Hemat Listrik

2 September 2026
Integrasi NIB-NOP, Pemda Parimo Bidik Potensi Pajak yang Belum Tergarap

Integrasi NIB-NOP, Pemda Parimo Bidik Potensi Pajak yang Belum Tergarap

1 September 2026
Bupati Erwin Paparkan Kondisi Kekeringan, Karhutla dan Banjir di Parimo

Bupati Erwin Paparkan Kondisi Kekeringan, Karhutla dan Banjir di Parimo

31 Agustus 2026
Lahan Terbatas Bukan Hambatan, Palu Dorong Hidroponik untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Lahan Terbatas Bukan Hambatan, Palu Dorong Hidroponik untuk Perkuat Ketahanan Pangan

2 September 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d