KUBIK 2.0 Sigi Dorong Kemandirian Ekonomi Disabilitas, 25 Usaha Baru Ditargetkan

SIGI, theopini.id — Program Kelompok Usaha Bisnis Inklusif (KUBIK) 2.0, menargetkan lahirnya 25 usaha baru bagi penyandang disabilitas dan orang yang pernah mengalami kusta (OYPMK) di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah dalam tiga tahun ke depan.

“Beberapa daerah sudah memiliki perda disabilitas, tetapi belum terlihat aksi nyata. Di Sigi, meskipun belum sempurna, sudah ada ikhtiar yang baik. Hari ini, KARSA berkesempatan untuk melanjutkan dan mewujudkan rencana aksi tersebut dalam bentuk program konkret,” ujar Direktur Eksekutif KARSA Institute, Rahmat Saleh, saat pembukaan sosialisasi program di Kantor KARSA Institute, Kamis, 23 April 2026.

Program yang diprakarsai KARSA Institute dengan dukungan NLR Indonesia ini, akan dilaksanakan di sembilan desa yang tersebar di Kecamatan Dolo dan Sigi Biromaru. Sasaran utamanya, adalah pemuda penyandang disabilitas dan OYPMK berusia 18–25 tahun.

KUBIK merupakan bagian dari Program BEN Inisiasi yang dijalankan bersama pemerintah kabupaten dan menyasar total 1.061 penyandang disabilitas di Sigi.

BACA JUGA:  Pemda Parimo Gelar Puncak Peringatan HAN 2023

Dalam pelaksanaannya, peserta akan mendapatkan pendampingan usaha berbasis minat, mulai dari penyusunan rencana bisnis hingga akses permodalan.

Selain itu, peserta juga akan dibekali pelatihan keterampilan serta penguatan kapasitas sosial dan emosional sebagai bekal berwirausaha.

Herman (45), penyandang disabilitas asal Desa Pombewe, menilai program ini membuka ruang baru bagi kelompok disabilitas untuk berkembang.

Menurutnya, KUBIK menjadi jalan keluar atas keterbatasan akses yang selama ini dihadapi, sekaligus membuka peluang untuk mandiri dan bersosialisasi.

Koordinator Program KUBIK, Florensius, mengungkapkan, salah satu tantangan utama program ini adalah keterbatasan data, khususnya terkait OYPMK yang masih dibayangi stigma di masyarakat.

“Pendataan masih menjadi kendala karena stigma yang melekat. Ini menjadi tantangan yang harus kita hadapi bersama dalam memastikan program tepat sasaran,” jelasnya.

BACA JUGA:  Bupati Parimo Dorong Warga Laporkan Penyimpangan Distribusi Gas LPG Gratis

Sementara itu, Dinas Sosial Kabupaten Sigi menyebutkan hingga kini belum tersedia data spesifik terkait OYPMK.

Program yang berjalan masih bersifat umum bagi penyandang disabilitas, dengan penekanan pada pentingnya penguatan mental bagi penyintas kusta agar mampu beradaptasi dan tidak merasa terpinggirkan.

Program KUBIK sebelumnya telah diterapkan di Medan dan Manggarai, sebelum akhirnya diperluas ke Sigi sebagai bagian dari penguatan ekonomi inklusif berbasis komunitas.

Di sisi lain, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) memastikan isu disabilitas telah masuk dalam dokumen rencana strategis daerah untuk mendukung keberlanjutan program.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan terbangun kesamaan pemahaman dan komitmen antar pemangku kepentingan, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam mendorong kemandirian ekonomi kelompok rentan di Kabupaten Sigi.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar